Pada awalnya, vaksinasi kelompok usia 6 - 11 tahun ini akan dilakukan awal 2022. Namun, dengan ketersediaan vaksin, program itu dipercepat dan dimajukan ke 24 Desember 2021.
Baca Juga: Wabah Covid 19 Melanda Liga Premier, Manchester City, Chelsea dan Liverpool Tetap Berlaga Pekan Ini
Perkembangan varian baru Omicron di jagat global, yang terbukti mempunyai daya penularan sangat tinggi, juga membuat vaksinasi dipercepat ke 14 Desember 2021.
Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, pemerintah telah mengalokasikan 6,4 juta dosis sampai akhir Desember 2021.
Menkes Budi Gunadi menampik anggapan bahwa vaksinasi dipercepat guna menyambut libur panjang Natal dan tahun baru. Menurut Menkes, percepatan itu bertujuan untuk menekan risiko secara lebih dini.
Baca Juga: 7 Film Tentang Ibu Ini Bakal Bikin Hatimu Termehek-mehek
Aman untuk Anak-anak
Sejumlah negara telah melakukan vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun. Amerika Serikat termasuk yang cepat melaksanakannya, yakni saat memasuki musim dingin November lalu. Sejumlah negara Eropa pun telah melakukannya. Italia dan Republik Ceko telah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 5-11 tahun. Yunani, Spanyol, Denmark, menyusul kemudian. Vaksin yang digunakan umumnya adalah Pfizer-Biontech.
Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Israel, juga telah menyetujui penggunaaan vaksin Pfizer untuk anak-anak 5--11 tahun. Berikutnya ialah India, Tiongkok, dan Hongkong.
Indonesia sendiri telah mengantisipasi kebutuhan vaksin pedriatik itu. Maka, per 1 November 2021, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin sementara, alias emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac Life Science Co Ltd China, untuk anak-anak usia 6–11 tahun.
Baca Juga: Makin Diperketat, Begini Aturan Terbaru Ibadah Natal 2021 dari Kemenag
Sebelum menerbitkan EUA tersebut, BPOM telah melakukan evaluasi vaksin tersebut besama para pakar dari Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta tim ahli dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Semuanya sepakat akan keamanan dan kemanjurannya. Uji klinis pada 1.050 orang di Tiongkok membuktikan vaksin itu aman. Laporan kejadian tak diinginkan (adverse events) semuanya termasuk dalam kategori grade 1 dan 2 (ringan hingga sedang).
Pada uji klinik (tahap 2) terlihat imunogenitas vaksin mencapai 96,5 persen. Uji antibodi netralisasi 28 hari pascavaksinasi dosis ke-2 menunjukkan seropositive rates 96,5 persen, yang artinya hampir semua sampel mengalami kenaikan antibodi secara signifikan.
Baca Juga: Jadi Arsitek Masjid Terbaik, Ridwan Kamil Terima Penghargaan Yayasan Abdullatif Alfozan Saudi Arabia
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 300 Juta Dosis Vaksinasi Covid-19 Tercapai Akhir Tahun 2021
Mau Liburan ke Jogja? Ini Syarat Masuk Desitinasi Wisata Saat Nataru
Ingat! Belum Divaksin Dilarang Pergi-pergi Selama Libur Nataru
Begini Efek Samping Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Orangtua Nggak Perlu Cemas!
Kick-off Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Yogyakarta, Sabtu, 18 Desember 2021