TITIKTEMU.CO, Jakarta - Perlindungan kepada anak-anak dari penularan Covid-19 amat diperlukan. Berbeda dari mitos yang beredar selama ini bahwa virus Covid-19 tidak mengincar anak-anak, faktanya mereka juga rawan tertular.
Data Satgas Penanggulangan Covid-19 pada 1 Juni 2021 menunjukkan, dari seluruh kasus aktif terkonfirmasi Covid-19 saat itu, 2,9% adalah anak usia 0–5 tahun dan 10% anak usia 6–18 tahun.
Gambaran yang serupa terjadi di Amerika. Selama musim panas Juli-Agustus 2021, dalam catatan Centers for Desease Control and Prevention (CDC), otoritas tertinggi AS dalam hal penanggulangan penyakit menular, terjadi lonjakan serangan Covid-19 pada anak-anak 0--18 tahun. Lonjakannya enam kali lipat dibanding musim semi sebelumnya.
Tentu, yang boleh menjalani suntikan vaksin ialah anak-anak yang sehat. Edaran yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, syarat vaksinasi anak, mereka yang tergolong tak boleh divaksin adalah:
- Anak-anak yang mengalami demam di atas 37,5 derajat Celsius,
- baru sembuh dari Covid-19 dalam kurun kurang dari 3 bulan,
- tidak mengidap penyakit autoimun yang tak terkontrol,
- diabetes tak terkendali,
- hipertensi tak terkendali,
- menderika kanker, dan beberapa penyakit lainnya.
Baca Juga: Robert Lewandowski Patahkan Rekor Gol Gerd Muller dalam Satu Tahun Kalender Bundesliga
Penyuntikan vaksin pada sekitar 110 siswa SDN 03 Cempaka Putih, Selasa, 14 Desember 2021 itu menandai bergulirnya vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6--11 tahun di Indonesia.
Acara kick-off dilakukan di tiga tempat, di SDN 01 Tangerang Selatan, SDN 01 Depok, Jawa Barat. ‘’Mulai hari ini, kita melakukan penyuntikan vaksin dosis pertama untuk anak usia 6–11 tahun,’’ kata Wakil Menkes yang hadir dalam kick off vaksinasi anak-anak. Dosis keduanya diberikan dalam 28 hari ke depan.
Namun, tidak seluruh daerah bisa melaksanakan vaksinasi untuk para remaja muda itu. Pemerintah, menurut Dante Saksono, membatasi vaksinasi pediatrik tersebut hanya pada kabupaten/kota yang telah mencapai cakupan vaksinasi 70 persen (tahap satu) pada target yang telah ditetapkan, dan 60 persen pada lansia. Alasannya, agar cakupan target prioritas itu bisa dipenuhi terlebih dahulu.
Dengan ketentuan itu, vaksinasi anak-anak itu per 14 Desember 2021 baru dapat dilakukan di 115 kabupaten/kota di 19 provinsi, dari 514 yang ada di Indonesia.
Prioritasnya adalah pelajar SD dan yang sederajat. Jumlah mereka menurut Dante Saksono 26,7 juta ditambah 4,5 juta lagi yang sudah memasuki usia 12 tahun tapi belum tercakup dalam vaksinasi anak usia SMP-SMA.
Dengan vaksinasi anak-anak usia 6–11 tahun ini berarti target vaksinasi di Indonesia sudah dimulai sejak usia 6 tahun hingga lansia. Awalnya, 13 Januari 2021, vaksinasi diprioritaskan bagi tenaga medis, dan berlanjut pada pekerja di sektor publik, lansia, dan masyarakat umum. Sejak 21 Juli 2021, target diperluas ke anak-anak usia 12--17 tahun, dan kini masuk ke usia 6–11 tahun.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 300 Juta Dosis Vaksinasi Covid-19 Tercapai Akhir Tahun 2021
Mau Liburan ke Jogja? Ini Syarat Masuk Desitinasi Wisata Saat Nataru
Ingat! Belum Divaksin Dilarang Pergi-pergi Selama Libur Nataru
Begini Efek Samping Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Orangtua Nggak Perlu Cemas!
Kick-off Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Yogyakarta, Sabtu, 18 Desember 2021