Selain itu, penyalahgunaan metamfetamin juga memiliki pengaruh buruk pada sel-sel yang melindungi kesehatan otak.
Efek penyalahgunaan obat-obatan umumnya adalah sulit bernapas, insomnia, pusing, dan hipertensi yang semuanya merupakan faktor penyebab pendarahan pada otak.
Konversi hemoragik
Stroke artinya kerusakan pada otak akibat aliran darah ke otak terputus. Stroke iskemik ditandai dengan aliran darah yang tidak memadai ke otak.
Kondisi ini bisa memicu stroke hemoragik, biasanya berkembang setelah penyumbatan pembuluh darah.
Sedangkan risiko pendarahan otak, adalah:
Hipertensi maligna, suatu kondisi darurat medis karena tekanan darah meningkat drastis hingga jauh melebihi ambang batas normal.
Menurut studi dalam Journal of Stroke tahun 2017, rusia di atas 75 tahun lebih rentan mengalami pendarahan otak.
Ini terjadi karena perubahan terkait penuaan, antara kerapuhan pembuluh darah dan gangguan pembekuan darah.
Lantas apa saja gejala pendarahan otak itu?
Pendarahan otak bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi berikut ini bisa mengakibatkan gejala memburuk dengan cepat, selama berjam-jam atau berhari-hari.
Gejala pendarahan otak yang perlu diwaspadai antara lain:
Rasa sakit di kepala
Nyeri di leher dan punggung
Kaku leher
Artikel Terkait
Tidak Pernah Liburan Meningkatkan Resiko Serangan Jantung 8 Kali Lipat Lho!
Rumput Laut, Superfood Kaya Antioksidan Yang Bisa Sembuhkan Alzheimer
Sindrom Kelelahan Kronis Hantui Pasien Covid
Waspada Virus Zoonosis Yang Bisa Menyebar dari Hewan ke Manusia
Gendut? Cobalah 7 Jenis Minuman yang Bisa Menurunkan Berat Badan Ini
Mitos atau Fakta, Merokok Bisa Meredakan Stress
Pernah Dengar Istilah ‘Lunaediesophobia’? Ternyata ini Artinya…..