Aneurisme Otak
Kondisi munculnya benjolan akibat melemahnya dinding arteri (pembuluh darah). Risiko aneurisme bisa meningkat antara lain karena merokok, obesitas, tekanan darah tinggi.
Selama aneurisme tidak pecah, bisanya gejalanya tidak terdeteksi. Namun, aneurisme yang tidak pecah juga bisa menghambat sirkulasi ke jaringan lain.
Akibatnya akan terjadi penyumbatan darah yang pada akhirnya bisa mengakibatkan stroke atau komplikasi lainnya.
Baca Juga: Ingin Stop Merokok??...Coba Cara Beberapa Tips Berhenti Merokok Ini
Tumor otak
Pengertian tumor otak adalah kumpulan sel jaringan abnormal yang tumbuh di otak. Bisa jinak dan ganas.
Melansir Verywell Health, tumor otak mengakibatkan pendarahan pembuluh darah kecil di sekitar area tumor menipis, dan kemudian pecah sehingga berdarah.
Pendarahan spontan
Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi. Biasanya dipicu oleh penggunaan pengencer darah atau kelainan darah.
Pendarahan spontan di otak sering memengaruhi korteks serebral atau kapsul internal yang menyebabkan gejala mirip stroke.
Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Insomnia, Dijamin Mudah Terlelap
Penyalahgunaan obat-obatan
Pemakaian obat-obatan seperti kokain dan metamfetamin bisa meningkatkan risiko terjadinya pendarahan otak.
Penggunaan kokain dapat menyebabkan kesulitan bernapas, pusing, insomnia, dan beberapa penyakit lainnya.
Artikel Terkait
Tidak Pernah Liburan Meningkatkan Resiko Serangan Jantung 8 Kali Lipat Lho!
Rumput Laut, Superfood Kaya Antioksidan Yang Bisa Sembuhkan Alzheimer
Sindrom Kelelahan Kronis Hantui Pasien Covid
Waspada Virus Zoonosis Yang Bisa Menyebar dari Hewan ke Manusia
Gendut? Cobalah 7 Jenis Minuman yang Bisa Menurunkan Berat Badan Ini
Mitos atau Fakta, Merokok Bisa Meredakan Stress
Pernah Dengar Istilah ‘Lunaediesophobia’? Ternyata ini Artinya…..