“Waktu itu memang nggak boleh kerja keluar, ke Malaysia, tapi berangkat juga," ucapnya.
Baca Juga: Pulang dalam Sunyi: Misteri 8 Bulan Hilangnya Alvaro dan Jejak Tragis yang Terbongkar
Korban Dibekap sampai Meninggal
Selama dalam penculikan, Alvaro terus-menerus menangis sehingga membuat pelaku panik. Alih-alih menenangkan, pelaku membekap korban hingga meninggal.
Setelah korban tidak lagi bernyawa, pelaku berusaha menghilangkan jejak. Jenazah Alvaro dibungkus tas plastik hitam, kemudian dibuang ke kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Sampai akhirnya, pencarian panjang keluarga selama berbulan-bulan berakhir dengan ditemukannya jenazah Alvaro dalam kondisi tinggal kerangka.
Baca Juga: Kronologi Hilangnya Alvaro Kiano Hingga Ditemukan Meninggal, Ayah Tiri Bunuh Diri di Tahanan
Temuan ini sekaligus menjadi titik terang penyelidikan setelah polisi lebih dulu mengamankan pelaku untuk pemeriksaan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Lilipaly, mengonfirmasi pelaku penculikan dan pembunuhan adalah ayah tiri korban.
Polisi, kata Nicolas, sudah menangkap dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku Alex terlebih dahulu sebelum menemukan jasad Alvaro.
“Pelaku tidak lain adalah ayah tirinya Alvaro,” ujar Nicolas.
Kasus Alvaro menambah daftar panjang kejahatan terhadap anak yang dipicu konflik rumah tangga. Menjadi pengingat, betapa rentannya anak menjadi korban ketika orangtuanya berkonflik.***
Artikel Terkait
Dosen Untag Semarang Ditemukan Tewas di Kostel, Sekamar dengan Perwira Menengan Polisi, Ini Fakta-faktanya
Kasus Dosen Untag Semarang Meninggal di Kostel Memasuki Babak Baru, AKBP Basuki Ditahan
Fakta-fakta Terbaru Kasus Kematian Dosen Untag Semarang, Satu KK dengan AKBP Basuki
Kisah Cinta Terlarang Berujung Petaka, Tewasnya Dosen Untag Semarang di Kos-kosan Hotel
Kasus Kematian Dosen Untag: Dugaan Hubungan Terlarang dan Ancaman Pemecatan AKBP Basuki Menguat