Profil dan Biodata Ayatollah Ali Khamenei: Perjalanan Hidup Pemimpin Agung Iran 1989–2026

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 2 Maret 2026 | 08:48 WIB
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Agung Iran 1989–2026. (Istimewa )
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Agung Iran 1989–2026. (Istimewa )

TITIKTEMU.CO - Ali Khamenei merupakan Pemimpin Agung Iran yang menjabat sejak 1989 hingga 2026. Ia menjadi figur sentral dalam sistem politik Republik Islam Iran dengan kewenangan tertinggi di atas presiden dan lembaga negara lainnya. Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei memainkan peran penting dalam membentuk arah kebijakan dalam dan luar negeri Iran.

Berikut profil dan biodata lengkapnya.

Biodata Singkat

  • Nama lengkap: Seyyed Ali Hosseini Khamenei
  • Nama populer: Ayatollah Ali Khamenei
  • Tempat lahir: Mashhad, Iran
  • Tanggal lahir: 17 Juli 1939
  • Usia: 86 tahun (wafat 2026)
  • Kewarganegaraan: Iran
  • Agama: Islam Syiah
  • Jabatan terakhir: Pemimpin Agung Republik Islam Iran
  • Masa jabatan: 4 Juni 1989 – 28 Februari 2026
  • Pendahulu: Ruhollah Khomeini
  • Pendidikan: Studi teologi Islam di Najaf dan Qom
  • Jabatan sebelumnya: Presiden Iran (1981–1989)

Baca Juga: Daftar Hotline Darurat KBRI dan KJRI di Timur Tengah untuk WNI Terdampak Konflik 2026

Latar Belakang dan Pendidikan

Ali Khamenei lahir di kota suci Mashhad dari keluarga ulama sederhana. Ayahnya adalah seorang cendekiawan agama yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Sejak kecil, ia mendapatkan pendidikan agama yang ketat.

Ia melanjutkan studi keagamaan di Najaf (Irak) dan Qom (Iran), dua pusat utama teologi Syiah. Di sanalah ia mendalami fikih, tafsir, dan filsafat Islam, serta mulai terlibat dalam diskursus politik keagamaan yang berkembang pada masa itu.

Awal Karier Politik dan Revolusi Iran

Pada 1960-an hingga 1970-an, Khamenei aktif dalam gerakan oposisi terhadap pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi. Ia beberapa kali ditangkap oleh SAVAK (polisi rahasia Shah) karena aktivitas politiknya.

Setelah Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki, karier politiknya berkembang pesat. Ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk anggota Dewan Revolusi dan wakil menteri pertahanan.

Pada 1981, ia terpilih sebagai Presiden Iran dan menjabat selama dua periode hingga 1989.

Baca Juga: Arsenal Tundukkan Chelsea 2-1 di Derby London, Kokoh di Puncak Klasemen Premier League

Menjadi Pemimpin Agung Iran

Setelah wafatnya Ruhollah Khomeini pada Juni 1989, Majelis Ahli memilih Ali Khamenei sebagai Pemimpin Agung. Untuk memuluskan pengangkatannya, konstitusi Iran diamandemen sehingga tidak lagi mensyaratkan gelar Grand Ayatollah bagi pemegang jabatan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X