Ladang kopi pun menjadi wilayah berbahaya. Banyak petani enggan ke kebun karena ancaman nyawa. Kebun kopi yang dulu menjanjikan berubah menjadi semak selama puluhan tahun.
Perjanjian damai 2005 menjadi titik balik. Bersamaan dengan perhatian dunia pasca-tsunami Aceh, infrastruktur mulai dibenahi dan petani kembali merawat ladang.
Generasi muda pulang kampung, membuka kedai kopi, mengembangkan bisnis, dan membangun wisata berbasis kebun.
Baca Juga: Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Dari Pegunungan Sunyi ke Panggung Dunia
Dataran Gayo kini dikenal sebagai salah satu penghasil arabika terbaik Indonesia. Aromanya khas, keasamannya seimbang, dan memiliki kekentalan yang kuat.
Kopi Gayo pun pun menjadi incaran pasar internasional. Temuan The Conversation (2025) mencatat luas perkebunan Gayo mencapai 136.000 hektare, tiga kali lipat data resmi pada 2023.
Pada 2024, Aceh menyumbang 155 juta dolar dari total ekspor kopi Indonesia. Kopi Gayo dikirim ke Belanda, Jerman, Italia, Prancis, dan Amerika Serikat.
Jangan kaget, satu perusahaan di Takengon bahkan mampu mengekspor 100 ton kopi per bulan ke 15 negara.
Di Bener Meriah, produksi kopi mencapai lebih dari 113 ribu ton, seluruhnya dikelola rakyat. Kelas menengah pedesaan tumbuh karena kopi, menciptakan stabilitas ekonomi yang kuat.
Namun perubahan iklim dan penyakit tanaman mulai menurunkan produktivitas, bahkan beberapa tahun terakhir turun hingga 40 persen.
Tantangan semakin berat ketika banjir bandang dan longsor melanda Aceh pada November 2025. Ribuan hektare kebun rusak, akses jalan terputus, dan lebih dari seratus desa terisolasi.
Baca Juga: Daftar Nomor Darurat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Antara Cangkir Kopi dan Lembah-Lembah Sunyi
Kopi Gayo terus harum di kafe-kafe dunia. Namun, di balik setiap seduhan, terdapat perjalanan panjang masyarakat pegunungan yang mempertahankan tanah, tradisi, dan mata pencaharian mereka.
Artikel Terkait
Dua Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Mampu Tangani Bencana, Prabowo Pastikan Negara Siap Menangani
Siapa Pemilik PT Toba Pulp Lestari? Sejarah dan Kontroversi Produsen Pulp di Sumatera Utara
Bupati Samosir Imbau Warga Tolak Bantuan dari Toba Pulp Lestari
Tanggap Bencana Sumut-Sumbar, BRI Salurkan Bantuan Untuk Percepat Pemulihan Warga yang Terdampak
Mengungkap Pemilik Allied Hill Limited: Sosok Joseph Oetomo di Balik Toba Pulp Lestari