Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowono I dan Mangkunegara   

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 November 2025 | 16:45 WIB
Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowon I dan Mangkunegara. (Wikipedia)
Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowon I dan Mangkunegara. (Wikipedia)

Di sisi lain, rumor bahwa Pakubuwono IV tengah menyiapkan perang untuk menyatukan kekuasaan Mataram makin memperuncing keterbelahan politik.

Baca Juga: Suksesi Keraton Solo dari Masa ke Masa: Konflik Tak Berujung dalam Dinasti Mataram Surakarta

Isu Pembantaian yang Mengguncang Jawa

Pada tahun 1789, VOC menerima laporan yang menyebut Raja Surakarta ini sedang menyusun rencana pembunuhan massal terhadap warga Eropa di Jawa.

Residen VOC di Surakarta, Andries Hartsinck, bahkan digambarkan hadir dalam pertemuan rahasia di Keraton dengan mengenakan busana Jawa, yang semakin mencurigakan.

VOC lalu memerintahkan penyelidikan besar-besaran. Kekhawatiran Belanda meningkat, terutama karena Hamengkubuwono I dan Mangkunegara I sangat dekat dekat dengan VOC, sementara Paku Buwono tidak demikian.

Baca Juga: Jelang Jumenengan Pakubuwono XIV, Ini Deretan Kontroversi Gusti Purbaya 

Celakanya, Kasultanan Yogyakarta dan Mangkunegaran justru mendukung VOC untuk menekan Kasunanan. Dukungan ini membuat VOC semakin berani melakukan tindakan keras.

Ketegangan memuncak pada November 1790 ketika Pasukan VOC, dibantu Yogyakarta dan Mangkunegaran, mengepung Keraton Surakarta. Peristiwa ini dikenal sebagai Pakepung.

Keraton dalam kondisi terisolasi. Para pejabat senior keraton yang sebagian besar pro-VOC ikut menekan Pakubuwono I. Mereka menuntut raja mencopot para penasihatnya karena dianggap mengancam stabilitas Mataram.

Pada 26 November 1790, Pakubuwono IV menyerah. Namun, dia tetap menjadi raja dengan syarat harus mengasingkan para penasihatnya dan menandatangani perjanjian yang memperkuat posisi VOC di Jawa.

Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta: Jejak Kelam Penangkapan Paku Buwono VI, Melawan Belanda, Membela Diponegoro

Raja Religius yang Mewariskan Sastra Besar

Meski dibayangi konflik, masa pemerintahan Pakubuwono IV meninggalkan jejak budaya penting. Dukungannya yang besar kepada ulama membuat tradisi keagamaan di masa pemerintahannya berkembang.

Di tengah tekanan pada masa pemerintahannya, Paku Buwono masih sempat melahirkan karya sastra monumental: Serat Wulangreh, pedoman etika dan budi pekerti yang hingga kini masih menjadi rujukan moral masyarakat Jawa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X