Sejarah Keraton Surakarta: Jejak Kelam Penangkapan Paku Buwono VI, Melawan Belanda, Membela Diponegoro

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 14 November 2025 | 15:05 WIB
Sejarah Keraton Surakarta: Jejak Kelam Penangkapan Paku Buwono VI, Melawan Belanda, Membela Diponegoro. (Wikipedia)
Sejarah Keraton Surakarta: Jejak Kelam Penangkapan Paku Buwono VI, Melawan Belanda, Membela Diponegoro. (Wikipedia)

Versi resmi Belanda menyebut Paku Buwono VI meninggal karena kecelakaan laut. Namun, fakta mencengangkan terungkap puluhan tahun kemudian.

Ketika jasadnya dipindahkan ke Imogiri pada 1957, ditemukan lubang seukuran peluru di tengkorak bagian dahi, tanda bahwa Sang Raja kemungkinan besar ditembak.

Baca Juga: Putra Sulung PB XIII KGPH Mangkubumi: Jangan Buru-buru Suksesi, Ini Masih Masa Berkabung

Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional

Tujuh tahun setelah pemakamannya di Imogiri, Presiden Soekarno menetapkan Paku Buwono VI sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 294 tahun 1964.

Gelar itu menjadi pengakuan atas perjuangan seorang raja yang memilih berpihak pada bangsanya meski harus menanggung risiko dibuang dan dibunuh jauh dari keratonnya.

Sebelum ditangkap, dia pernah menulis pesan menyayat kepada rakyat:

“Wahai kawulaku, warga Nusantara. Aku rajamu, kurelakan pecahnya kepalaku dan tumpahnya darahku demi cita-cita kemerdekaanmu…”

Sebuah janji dan pengorbanan yang akhirnya dikenang bangsa hingga hari ini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X