Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 3 November 2025 | 16:30 WIB
Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. (Istimewa)
Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. (Istimewa)

Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said Bersatu

Pada 1746, setelah permintaannya menjadi raja ditolak VOC, Pangeran Mangkubumi bergabung dengan Raden Mas Said. Keduanya membentuk aliansi melawan Pakubuwana II dan penjajahan Belanda.

Sebagai simbol kesetiaan, Mangkubumi menikahkan putrinya, Raden Ayu Inten, dengan Raden Mas Said. Selanjutnya, keduanya memimpin perlawanan gerilya  dari hutan di barat Surakarta yang kelak dikenal sebagai Yogyakarta.

Pemberontakan ini membuat Surakarta kewalahan. Bahkan, tekanan dari pasukan mereka membuat Pakubuwana II jatuh , dan akhirnya meninggal pada Desember 1749.

Sebelum wafat, Pakubuwana II sempat menandatangani perjanjian dengan VOC yang memberi hak kepada Belanda untuk menentukan penerus takhta.

Maka, ketika Pakubuwana II mangkat, VOC dengan cepat menobatkan putra raja, Raden Mas Soerjadi, sebagai Pakubuwana III. Pada saat bersamaan, Mangkubumi sudah menobatkan dirinya sendiri dengan gelar serupa.

Baca Juga: Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung

Politik Pecah Belah VOC

Tahta kembar ini menimbulkan kekacauan besar. Dua penguasa mengklaim diri sebagai raja Mataram: satu di Surakarta dan satu di kubu pemberontak. VOC pun memainkan siasat andalannya, devide et impera.

Melalui perantara bernama Tumenggung Sujanapura, VOC menebar fitnah kepada Raden Mas Said bahwa Mangkubumi tidak lagi mempercayainya.

Hasutan ini membuat hubungan keduanya retak. Di sisi lain, VOC menawarkan Mangkubumi kesepakatan, di mana dia akan diberikan separuh wilayah Mataram jika menghentikan perlawanan.

Setelah melalui serangkaian perundingan, termasuk pertemuan awal pada September 1754, akhirnya dicapai kesepakatan besar pada Februari 1755 di Desa Giyanti, dekat Salatiga.

Baca Juga: Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik  

Lahirnya Kasultanan Yogyakarta

Perjanjian Giyanti melahirkan kerajaan baru, Kasultanan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi memperoleh setengah wilayah Mataram, sementara setengah lainnya dikuasai Pakubuwana III di Surakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X