TITIKTEMU.CO JOGYAKARTA - Ratusan anggota Laskar Umat Islam dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakartra dan Jateng mendatangi SMAN 1 Banguntapan Bantul.
Kedatangan laskar ini memberikan dukungan moral kepada guru dan Kepala Sekolah SMAN1 Banguntapan Bantul atas peristiwa himbauan pemakaian jilbab bagi siswi muslim yang
terancam akan dinonaktifkan
Kedatangan Laskar ini dipimpin oleh Ustadz Umar Said dan beberapa ustadz lainnya disambut oleh kepala sekolah, para guru dan dari jajaran Bimas Polda DIY.
Baca Juga: DI KAIRO KAMI BERTEMU Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Ustadz Darohman, Koordinator Lapangan yang sekaligus Panglima Laskar Front Jihad Islam mengatakan, “Kedatangan kami ini adalah murni memberikan dukungan kepada
bapak ibu guru SMAN 1 Banguntapan Bantul agar tenang dalam melaksanakan tugas di sekolah," ungkapnya seperti dilansir situs itb-ad.ac.id.
"Kami minta difasilitasi dari Polda DIY untuk diadakan mediasi atau tabayun antara siswi tersebut dengan para guru. Disaksikan oleh ORI (Ombudsman Republik Indonesia)
Cabang Yogyakarta, Dikpora dan lainnya," tambahnya.
"Hal ini penting agar jangan sampai bola panas ini terus menggelinding di luar sana, kasihan Guru SMAN 1 Banguntapan Bantul. Nanti ada guru yang mengajari muridnya salat dipermasalahkan juga,” katanya.
Baca Juga: Brigadir J Siap Ajukan Diri sebagai Justice Collaborator. Kini Didampingi Pengacara Baru
Sementara itu Ustadz Umar Said mengatakan, ”Kedatangan kami ini murni, mohon ibu yang dari Bimas Polda mencatat agar nanti di luar sana tidak digoreng-goreng lagi.
Sekolah minta backing Laskar. Ini kami datang sendiri tanpa diminta bantuan dari sekolah. Jadi sekolah benar-benar tidak memanggil kami, dan kami juga tidak saling
mengenal sebelumnya.” Pertemuan ditutup dengan doa oleh Ustadz Umar Said.
Situs itb-ad.ac.id, dibuat oleh Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta sebagai perguruan tinggi milik persyarikatan Muhammadiyah.***
Artikel Terkait
Pelecehan Seksual Suporter Bola Terhadap Jurnalis Liputan6.com di Yogyakarta Tuai Kecaman
Suporter Persis Solo Tawuran di Jogja Viral di Medsos. Terdengar Suara Letusan
Dipaksa Kenakan Jilbab, Siswi SMA Ini 1 Jam Menangis di Toilet Sekolah
Kadisdikpora DIY: Sekolah Negeri Tak Boleh Paksakan Pemakaian Jilbab
Polres Sleman Dinilai Tidak Presisi dalam Tangani Kasus Kerusuhan Suporter Persis di Jogyakarta
TEGAS! Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, Sri Sultan HB X Nonaktifkan Kepsek, 2 Guru BK dan 1 Wali Kelas
ORI dan Kemendikbud Kantongi Rekaman CCTV Saat Siswi SMAN 1 Banguntapan Diduga Dipaksa Kenakan Jilbab