Kapan dan Bagaimana Cara Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Selasa, 3 Mei 2022 | 00:40 WIB
Puasa Syawal. (Freepik)
Puasa Syawal. (Freepik)

Sedangkan pendapat kedua, ulama membolehkan puasa Syawal terlebih dahulu, baru setelah itu membayar qadha sampai bertemu bulan Ramadan kembali.

Baca Juga: ASN di Pemkot Semarang Dilarang Kirim dan Menerima Parsel Lebaran, Bagi Yang Melanggar Akan Dilaporkan Ke KPK

“kalau saya pribadi lebih condong pada pendapat pertama. Pertimbangannya hukum mengqadha itu sifatnya wajib,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

Niat Puasa Syawal 6 Hari

Seperti halnya puasa Ramdhan atau ibadah lain, umat Islam sebaiknya membaca niat untuk memantapkan hati. Ada dua jenis niat untuk puasa Syawal.

Pertama adalah saat dari malam hari sudah mempunyai niat berpuasa Syawal, lafalnya adalah:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala. Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.

Baca Juga: MUDIK: Satgas RAFI Pertamina Amankan Distribusi BBM & Gas Elpiji Selama Masa Arus Mudik Lebaran

Kedua adalah jika keinginan puasa Syawal datang tiba-tiba pada pagi hari selama belum kanan dan minum atau hal-hal lain yang membatalkan puasa. Bacaan niatnya adalah sebagai berikut:.

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala. Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.

“Selama Anda belum makan, minum, dan melakukan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa sejak waktu subuh, maka rboleh untuk berpuasa dan berniat puasa sunah,” jelas Ustadz Adi Hiayat.

Baca Juga: 40 Juta Ranmor Digunakan Mudik. Jokowi: Hindari Puncak Arus Mudik dan Tetap Jaga Prokes

Lantas kapan dan bagaimana puasa sunnah Syawal bisa dikerjakan?

Menurut Ustadz Adi dalam sebuah hadist penyebutan bulan Syawal diawali dengan kata 'min' yang  berfungsi untuk tab'id atau merujuk dari bagian.

“Bagian dari sesuatu. Jadi, artinya adalah sebagian dari bulan Syawal dan tidak harus seluruh bulan tersebut. Yang penting bagian dari Syawal. Bisa awal, bisa tengah, bisa akhir,” jelas dia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X