PGP merupakan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru melalui pelatihan dan pendampingan. Program ini berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru dapat menggerakkan komunitas belajar di sekitarnya untuk dapat mewujudkan Merdeka Belajar bagi peserta didik.
Baca Juga: Ini Masalah yang Membuat Liverpool Tercecer Dalam Perebutan Finis Empat Besar Liga Inggris
Tujuan dari pogram ini adalah membekali kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Selain itu Guru juga berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.
Metode program PGP ini yaitu 70 persen kegiatan dilakukan dalam bentuk on-the-job training, di mana guru sebagai peserta tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah.
Baca Juga: Resep Tumis Pokcoy Bawang Putih, Praktis dan Simpel, Cocok Buat Sarapan
Baca Juga: Resep Tumis Pokcoy Siram Jamur Shimeji, Mudah Bikinnya Aduhai Rasanya
Baca Juga: Resep Tumis Pokcoy Siram Udang, Lezatnya Nggak Masuk Akal
Sementara, 20 persen kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen lainnya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.
Menurut Praptono, sejak dimulainya PGP, minat guru untuk mengikuti program ini besar sekali.
Dalam catatan Kemendikbud jelas Praptono, tidak kurang dari 16.000 guru penggerak yang sudah dinyatakan lulus sejak angkatan pertama hingga angkatan ke empat.
Baca Juga: Resep Nasi Goreng China Kerang Dara, Mudah, Gampang, Tidak Ribet, Bikin KetagihanBaca Juga: Resep Nasi Goreng Hongkong untuk Imlek
Praptono juga menyebut, hingga saat ini tidak kurang dari 2.000-an lebih alumni guru penggerak yang telah menjabat sebagai Kepala Sekolah di berbagai satuan pendidikan di lingkup Kemendikbud.***