Orang Tua Wajib Tahu, Ini Tahapan Masa Mendidik Anak dalam Agama Islam Mulai dari 0 Hingga 21 Tahun

photo author
Annisa Fianni Sisma, TitikTemu.co
- Jumat, 18 November 2022 | 07:00 WIB
Ilustrasi Anak Bermain (PEXEL)
Ilustrasi Anak Bermain (PEXEL)

TITIKTEMU.CO - Anak menjadi anugerah sekaligus tanggung jawab bagi orang tua. Banyak yang berpendapat pendidikan anak pertama adalah orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua harus terampil dalam mendidik anak.

Dalam agama Islam, terdapat fase dan cara memberikan pendidikan dalam setiap usia yang berbeda. Pasalnya, perbedaan usia juga mempengaruhi cara anak menerima pendidikan.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut tahapan masa mendidik anak dalam agama Islam melansir dari islam.nu.or.id.

Sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW, terdapat tiga masa mendidik anak yang tersirat dalam hadist. Tahapan tersebut yakni tahap pertama pada usia 0 hingga 7, tahap kedua pada usia 7 hingga 14 tahun, dan tahapan ketiga pada usia 14 hingga 21 tahun. Berikut penjelasan masing-masing tahapan tersebut:

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Syarat Hewat Kurban Menurut Syariat Islam

1. Tahap Pertama (Usia 0 Hingga 7 Tahun)

Pada tahap pertama perkembangan seorang anak, anak akan cenderung menghabiskan waktunya untuk bermain. Oleh karena itu, cara mendidik anak yang paling tepat adalah dengan permainan.

Namun, terdapat pendidikan yang juga harus dipantau oleh orang tua. Contohnya yakni Nabi Muhammad SAW yang mengajari anak shalat pada usia 7 tahun.

2. Tahap Kedua (Usia 7 Hingga 14 Tahun)

Pada tahap mendidik anak kedua yakni usia remaja, jenis pendidikan yang cocok adalah dengan mengajarkan tata krama dan akhlak. Jika anak sudah berusia 10 tahun dan tidak shalat, maka ia boleh dipaksakan kepada anak.

Baca Juga: Haji Mabrur Dambaan Utama Umat Islam, Ini Lima Tanda-tanda Jamaah Mendapatkannya

3. Tahap Ketiga (Usia 14 Hingga 21 Tahun)

Pada tahap ketiga masa mendidik anak, anak sudah bisa diajak diskusi. Pendidikan anak pada masa ini adalah dengan dialog. Orang tua dapat menyampaikan pendidikan dengan memahamkan anak melalui pembicaraan mendalam.

Anak perlu diajarkan menceritakan masalah yang dihadapinya. Orang tua juga wajib memberikan perhatian dan mendengarkan cerita anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Annisa Fianni Sisma

Sumber: Website

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X