TITIKTEMU.CO - Tahun baru seharusnya membawa optimisme baru bagi Liverpool, tetapi faktanya tahun 2023 belum menunjukkan aura positif bagi pasukan Jurgen Klopp.
Mengamankan posisi empat besar adalah harapan minimum bagi pemilik Fenway Sports Group, tetapi setelah kekalahan 3-1 Senin di Brentford, rasanya seolah-olah mereka kalah dalam pertempuran.
Baca Juga: Liverpool Disengat Brentford, Kalah dan Terpaku di Posisi Keenam Liga Inggris
Jurgen Klopp tidak bisa mengabaikan tanda-tanda peringatan di sekitar timnya yang membuat timnya tampil, seolah bukan peringkat dua Liga Premier tahun lalu sekaligus finalis Liga Champions.
Berikut Sportsmail membeberkan masalah Liverpool dan bagaimana solusinya.
Rapuh di Lini Belakang
Ketika Liverpool berada dalam alur, hampir tidak mungkin untuk menghancurkan pertahanan mereka. Tetapi lini belakang Liverpool sekuat kayu balsa musim ini, mudah ditembus. Dan sangat mengejutkan mendengar Klopp mengeluh tentang legitimasi gol ketiga Brentford, mengingat itu terjadi di akhir pertandingan. Artinya jika keluhannya diterima Liverpool tetap saja kalah.
Baca Juga: 5 Tempat Makan Hits di Salatiga, View Elok dan Suasana Homey Banget
Liverpool, yang dikenal kokoh pertahanannya, tidak mencatatkan clean sheet Liga Premier sejak 19 Oktober – tujuh pertandingan lalu. Sebagai perbandingan, di pentas yang sama musim lalu sudah ada 10 clean sheet.
Tanggung jawab di lapangan memang ada pada Trent Alexander-Arnold dan Virgil van Dijk, tetapi mencoba menyalahkan pada satu pemain adalah hal yang konyol. Faktanya Liverpool tidak sinkron di seluruh lapangan dan konsekuensinya adalah kerentanan.
Baca Juga: Bukan Kangen, Ini 5 Lagu Dewa 19 yang Paling Cocok Didengarkan saat Me Time
Tidak ada tim dengan ambisi serius untuk sukses, yang bisa kebobolan 13 kali lebih dulu dalam 26 pertandingan, seperti yang sudah dialami Liverpool sejauh ini. Dan ini akan terus berlanjut jika mereka tidak merombak tim.
Lini Tengah Tidak Kreatif
Salah satu pundit sepakbola Inggris Jamie Carragher dalam kritiknya menyatakan Liverpool gagal merekrut seorang gelandang kreatif. Sementara tidak diragukan lagi itu adalah area lapangan yang harus diperkuat sebagai masalah yang mendesak.
Problema barisan tengah Liverpool tidak terjadi jika mereka mendapatkan Aurelien Tchouameni dari Monaco musim panas lalu.
Artikel Terkait
Pemain sepak bola legendaris Pele meninggal dunia di usia 82 tahun
Pele, Greatest of All Times. Ini Catatan Prestasi yang Mengukuhkannya sebagai GOAT
Piala Liga Champions Eropa, Salah Satu Motivasi Pep Guardiola Perpanjang Kontrak di Manchester City
Tottenham Tak Mampu Kembali Keempat Besar setelah Kalah Dua Gol Tanpa Balas dari Aston Villa
Nottingham Forest 1-1 Chelsea: The Blues Masih Tertinggal Tujuh Poin dari Zona Liga Champions
Pemain Termahal Sejagad Cristiano Ronaldo Mungkin Dimainkan Kamis di Kandang Al Nassr. Ini Fakta Gaji CR7!
Manchester United 3-0 Bournemouth; Marcus Rashford Cetak Gol dalam 4 Laga Beruntun