pendidikan

Di depan 45 Anak TK dan SD, Istri Wali Kota Salatiga Mendongeng Kisah Merpati dan Semut

Jumat, 8 Oktober 2021 | 09:47 WIB
Istri Wali Kota Salatiga Titik Kirnaningsih Yuliyanto tengah mendongeng di depan para siswa Kampung Belajar BBC. (pic. salatiga.go.id)

TITIKTEMU.CO SALATIGA - Istri Wali Kota Titik Kirnaningsih Yuliyanto, terlihat senang dan bersemangat saat mendongeng dalam kelas inspirasi “Kampung Kelas Belajar Bersama BBC”  RW 06 Prampelan Kelurahan Blotongan, Sidorejo, baru-baru ini.

Sekitar 45 anak ikut senang mendengar cerita “Merpati dan Semut”, yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota.

Ketua RW 06 Singgih Nugroho yang juga penangung jawab rombongan menjelaskan bahwa Kampung belajar Bersama BBC Prampelan sangat aktif saat pandemi.

Baca Juga: 40 Pengusaha Kuliner di Kota Salatiga Dilatih Sajikan Makanan Sehat

Baca Juga: Dikebut, Vaksinasi di Salatiga Tertinggi di Jateng

“Selama covid ada keterbatasan di masyarakat dalam mengakses pembelajaran. Ini disebabkan kuota, dan tidak dibukanya kelas tatap muka. Maka para pemuda yang tergabung dalam karang taruna bergerak mengoptimalkan kampung belajar  untuk aktivitas belajar anak dengan difasilitasi oleh  RW,” terang Singgih sebagaimana dimuat laman Pemkot Salatiga.

“Kali ini sesi pembelajaran adalah jelajah rumah dinas wali kota, pengenalan Bangunan Cagar Budaya (BCB) yang menjadi rumah dinas walikota. Sebagai acara yang tidak kalah penting adalah kelas Ibu Wali Kota mendongeng. Siswa yang hadir adalah anak usia SD sebagian TK. Dulu pak wali yang meresmikan kampung belajar, sekarang ibu wali kota yang mendongeng,” tambahnya.

Baca Juga: Menuju Salatiga kreatif kuliner, Salatiga City Of Gastronomy

Dongeng yang dibawakan istri wali kota adalah kisah balas budi sang semut kepada Merpati yang telah menolongnya saat hanyut ke sungai.

“Burung merpati melihat semut hanyut di sungai, kemudian merpati menolong dengan menjatuhkan daun di dekat semut, akhirnya semut bisa naik ke daun dan selamat. Semut membalas budi dengan menggigit tangan pemburu yang siap menembak merpati, karena teriakan kesakitan pemburu, merpati sadar kalau dalam bahaya dan terbang jauh,”papar istri wali kota.

Dalam cerita yang dibawakan oleh “Ibu Walikota” memberikan pesan agar anak-anak membiasakan:  saling bantu-membantu, tolong menolong,  saling berbagi, dan saling menghargai.

Baca Juga: Perjanjian Salatiga, Akhir Perlawanan Pangeran Sambernyawa

“Ibu berdoa dan berharap anak-anak nanti jadi anak yang sholeh-sholehah, berbakti pada orang tua, kepada guru, dan nanti sukses,” pesan Titik.

“Saya juga sampaikan terima kasih kepada pak RW dan ibu RW, pengurus PKK, anak-anak dan orang tuan yang sudah meluangkan waktu berkunjung ke sini. Silahkan berkeliling di rumah dinas wali kota ini, boleh foto-foto juga,” tambahnya. ***

Tags

Terkini