TITIKTEMU.CO - Tembang dolanan Lir-ilir tentu sudah tidak asing lagi. Pada masanya, lagu berbahasa Jawa ini merupakan teman bermain anak-anak.
Pada zaman dulu, ibu-ibu juga suka mendendangkan lagu ini untuk meninabobokan bayinya agar cepat tidur.
Diciptakan oleh Sunan Kalijaga, satu dari sembilan wali (Walisanga), tembang Lir -ilir memiliki filosofi yang dalam. Sunan Kalijaga memakai tembang ini untuk dakwah.
Baca Juga: Salat Tahiyatul Masjid, Penghomatan Terhadap Rumah Allah dan Keutamaannya
Syair lengkap tembang Lir-ilir tersebut sebagai berikut:
Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
Ya surak-a, surak hiya!
Baca Juga: Tidak Semua Muslim Tahu Dahsyatnya 8 Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Berikut ini makna dari tembang Ilir-ilir seperti dilansir TITIKTEMU.CO dari Wikipedia:
Artikel Terkait
Yuk Baca Doa Peringan Hati Supaya Semangat Beribadah
Ini Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi, Jangan Sampai Nggak Baca Ya
Membaca Surat Yasin Setiap Hari, Ini yang Akan Terjadi
Mengapa Kita Harus Salat Tahajud? Ternyata Ini Alasannya
Ingin Hajat Segera Terkabul? Bacalah Doa Mustajab dalam Surat-surat Al Quran Ini
Jangan Tinggalkan Shalawat Nabi, Sebab Berkahnya Luar Biasa