TITIKTEMU.CO-“Kenapa sih anakku kalau sama aku selalu rewel, tapi begitu sama ayahnya, neneknya, atau pengasuhnya malah anteng?”
Kalimat ini mungkin pernah terlintas di kepala banyak ibu. Saat anak menangis, tantrum, merengek, atau marah tanpa sebab yang jelas, sering kali ibulah yang menjadi sasaran utama. Akibatnya, banyak ibu merasa lelah, frustrasi, bahkan bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan cara mereka mengasuh.
Kabar baiknya, fenomena anak rewel sama ibunya ternyata memiliki penjelasan ilmiah. Dan dalam banyak kasus, justru hal itu menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak.
Baca Juga: B50 Segera Meluas, Tapi Tunggu Dulu! Tidak Semua Mobil Diesel Aman Menggunakannya
Kenapa Anak Rewel Sama Ibunya Lebih Parah?
Menurut para ahli perkembangan anak, anak cenderung menunjukkan emosi paling autentik kepada orang yang paling mereka percaya.
Sejak lahir, ibu biasanya menjadi figur utama yang memenuhi kebutuhan dasar anak: memberi makan, menenangkan saat menangis, memeluk ketika takut, hingga menemani saat sakit. Otak anak kemudian membangun keyakinan bahwa ibu adalah “zona aman” tempat mereka bisa mengekspresikan apa pun tanpa takut ditolak.
Dengan kata lain, saat anak menahan emosi sepanjang hari, ibulah yang sering menjadi tempat pelampiasannya.
Anak Tidak Sedang Mencari Musuh
Banyak ibu tanpa sadar menganggap rewel anak sebagai bentuk penolakan atau perlawanan.
Padahal, dari sudut pandang psikologi perkembangan, anak kecil belum memiliki kemampuan regulasi emosi yang matang. Area otak yang bertugas mengendalikan emosi dan impuls, yaitu prefrontal cortex, masih berkembang hingga usia dewasa muda.
Itulah sebabnya anak lebih mudah menangis, marah, atau meledak ketika merasa lelah, lapar, kecewa, atau kewalahan.
Ketika bertemu ibunya, yang dianggap paling aman secara emosional, semua perasaan yang selama ini ditahan bisa keluar sekaligus.
Baca Juga: Honda Tersandung untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 70 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Fenomena “After-School Restraint Collapse”
Saat Anak Terlihat Manis di Luar, Tapi Meledak di Rumah
Psikolog anak mengenal istilah “after-school restraint collapse”, yaitu kondisi ketika anak mampu mengendalikan perilakunya di sekolah atau lingkungan sosial, tetapi langsung meluapkan emosinya setelah pulang.
Artikel Terkait
Toilet Training Gagal Terus? Mungkin Kamu yang Belum Siap, Bukan Anaknya
Kenapa Orang di Kota Besar Punya Lebih Banyak Teman tapi Lebih Kesepian?
Rp50 Juta untuk Sebuah Kehilangan? Pernyataan PBHI soal Korban Kopdes Memantik Pertanyaan Besar
Lee Dong Wook Bangkit dari Kematian? Fakta Season 2 A Shop for Killers yang Bikin Fans Tidak Tenang
Kenapa Kemarau Tahun Ini Terasa Lebih Kejam? Banyak Orang Ternyata Masih Salah Paham soal El Nino
Respons Nadiem Makarim usai Divonis 10 Tahun Penjara: Soroti Sikap Hakim hingga Singgung Dissenting Opinion
Honda Tersandung untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 70 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?