Toilet Training Gagal Terus? Mungkin Kamu yang Belum Siap, Bukan Anaknya

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 30 Juni 2026 | 17:38 WIB
Ilustrasi Toilet training gagal terus? Mungkin yang belum siap justru orang tua (Desain AI)
Ilustrasi Toilet training gagal terus? Mungkin yang belum siap justru orang tua (Desain AI)

TITIKTEMU.CO-"Anak tetangga umur dua tahun sudah lepas popok. Kok anakku belum?"

Kalimat ini mungkin terdengar familiar bagi banyak orang tua. Saat proses toilet training berjalan tidak sesuai harapan, yang sering muncul adalah anggapan bahwa anak belum cukup pintar, belum cukup disiplin, atau terlalu manja. Padahal, ada kemungkinan lain yang jarang dibahas: bisa jadi yang belum siap justru orang tuanya.

Ya, terdengar sedikit menohok. Tapi sebelum merasa tersinggung, mari lihat dari sudut pandang yang lebih santai dan membebaskan.

Baca Juga: Balikpapan Diam-Diam Jadi Kota Terbaik untuk Hidup di Indonesia

Toilet Training Bukan Perlombaan

Salah satu penyebab stres terbesar saat toilet training adalah kebiasaan membandingkan perkembangan anak dengan anak lain. Padahal, setiap anak memiliki kesiapan fisik dan emosional yang berbeda.

Menurut berbagai panduan kesehatan anak, termasuk rekomendasi para ahli pediatri, sebagian besar anak mulai menunjukkan tanda kesiapan toilet training pada usia 18 bulan hingga 3 tahun. Namun rentang tersebut sangat luas karena perkembangan setiap anak memang unik.

Masalahnya, banyak orang tua sudah menentukan target sebelum melihat sinyal kesiapan anak.

Ketika target lebih penting daripada proses, toilet training berubah dari aktivitas belajar menjadi proyek ambisi keluarga.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.883, Simak Kurs BCA, BNI, dan Mandiri

Tanda Orang Tua Belum Siap Toilet Training

Menariknya, kegagalan toilet training sering kali bukan karena anak menolak, tetapi karena orang tua belum siap menghadapi prosesnya.

Ingin Hasil Cepat

Toilet training sering dipromosikan sebagai sesuatu yang bisa selesai dalam tiga hari atau satu minggu. Kenyataannya, banyak anak membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk benar-benar konsisten.

Jika setiap kecelakaan kecil membuat orang tua frustrasi, proses belajar justru menjadi lebih sulit.

Tidak Siap dengan "Drama"

Mari jujur. Tidak ada toilet training tanpa celana basah, kasur terkena ompol, atau lari panik ke kamar mandi.

Kalau ekspektasinya adalah proses yang bersih, rapi, dan tanpa insiden, kemungkinan besar Anda sedang menyiapkan skenario yang tidak realistis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X