TITIKTEMU.CO-"Anak tetangga umur dua tahun sudah lepas popok. Kok anakku belum?"
Kalimat ini mungkin terdengar familiar bagi banyak orang tua. Saat proses toilet training berjalan tidak sesuai harapan, yang sering muncul adalah anggapan bahwa anak belum cukup pintar, belum cukup disiplin, atau terlalu manja. Padahal, ada kemungkinan lain yang jarang dibahas: bisa jadi yang belum siap justru orang tuanya.
Ya, terdengar sedikit menohok. Tapi sebelum merasa tersinggung, mari lihat dari sudut pandang yang lebih santai dan membebaskan.
Baca Juga: Balikpapan Diam-Diam Jadi Kota Terbaik untuk Hidup di Indonesia
Toilet Training Bukan Perlombaan
Salah satu penyebab stres terbesar saat toilet training adalah kebiasaan membandingkan perkembangan anak dengan anak lain. Padahal, setiap anak memiliki kesiapan fisik dan emosional yang berbeda.
Menurut berbagai panduan kesehatan anak, termasuk rekomendasi para ahli pediatri, sebagian besar anak mulai menunjukkan tanda kesiapan toilet training pada usia 18 bulan hingga 3 tahun. Namun rentang tersebut sangat luas karena perkembangan setiap anak memang unik.
Masalahnya, banyak orang tua sudah menentukan target sebelum melihat sinyal kesiapan anak.
Ketika target lebih penting daripada proses, toilet training berubah dari aktivitas belajar menjadi proyek ambisi keluarga.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.883, Simak Kurs BCA, BNI, dan Mandiri
Tanda Orang Tua Belum Siap Toilet Training
Menariknya, kegagalan toilet training sering kali bukan karena anak menolak, tetapi karena orang tua belum siap menghadapi prosesnya.
Ingin Hasil Cepat
Toilet training sering dipromosikan sebagai sesuatu yang bisa selesai dalam tiga hari atau satu minggu. Kenyataannya, banyak anak membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk benar-benar konsisten.
Jika setiap kecelakaan kecil membuat orang tua frustrasi, proses belajar justru menjadi lebih sulit.
Tidak Siap dengan "Drama"
Mari jujur. Tidak ada toilet training tanpa celana basah, kasur terkena ompol, atau lari panik ke kamar mandi.
Kalau ekspektasinya adalah proses yang bersih, rapi, dan tanpa insiden, kemungkinan besar Anda sedang menyiapkan skenario yang tidak realistis.
Artikel Terkait
Masih Nunggu LPDP? 5 Beasiswa S2 Dalam Negeri Ini Diam-Diam Kasih Uang Saku dan Kuliah Gratis
Anak yang Dibesarkan Tanpa Drama Justru Lebih Sulit Hadapi Hidup — Ini Sebabnya
Kota Murah Belum Tentu Hemat: Hasil Perhitungan Pengeluaran Tahunan Saya
Anak Ranking 1 Tapi Tidak Bahagia — Ini Tanda Kamu Salah Prioritas
Dari Kursi Menteri ke Balik Jeruji: Kenapa Vonis 10 Tahun untuk Nadiem Makarim Jadi Sorotan Besar?
Lolos dari Dakwaan Terberat, Tapi Tetap Terjerat? Fakta Menarik di Balik Putusan Hakim untuk Nadiem
Uang Pensiun Tak Lagi Harus Dicicil? Putusan MK Ini Bisa Mengubah Nasib Banyak Pekerja