Kenapa Kemarau Tahun Ini Terasa Lebih Kejam? Banyak Orang Ternyata Masih Salah Paham soal El Nino

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 30 Juni 2026 | 18:59 WIB
Ilustrasi Perbedaan El Nino dan musim kemarau ternyata besar. (Pinterest @erqyz)
Ilustrasi Perbedaan El Nino dan musim kemarau ternyata besar. (Pinterest @erqyz)

TITIKTEMU.CO-Panas menyengat, hujan makin jarang, sumur mulai surut. Saat kondisi seperti ini muncul, banyak orang langsung menyimpulkan satu hal: “Ini pasti El Nino.” Padahal, belum tentu.

Kesalahpahaman tentang El Nino dan musim kemarau masih cukup sering terjadi di masyarakat. Keduanya memang sama-sama bisa membuat cuaca terasa lebih kering, tetapi sebenarnya berasal dari mekanisme yang berbeda.

Bayangkan begini. Musim kemarau adalah tamu yang datang setiap tahun sesuai jadwal. Sementara El Nino adalah tamu tak diundang yang sesekali muncul dan membuat suasana menjadi jauh lebih ekstrem.

Baca Juga: Lee Dong Wook Bangkit dari Kematian? Fakta Season 2 A Shop for Killers yang Bikin Fans Tidak Tenang

Menurut penjelasan BMKG, musim kemarau merupakan bagian dari siklus iklim normal Indonesia. Sebagai negara tropis, Indonesia memang mengalami pergantian antara musim hujan dan musim kemarau secara rutin setiap tahun.

Fenomena ini dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun yang menentukan pola curah hujan di berbagai wilayah. Karena itulah, meskipun intensitasnya bisa berbeda-beda, musim kemarau tetap menjadi bagian alami dari kalender cuaca Indonesia.

Lalu, apa sebenarnya El Nino?

El Nino adalah fenomena iklim global yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di kawasan Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Perubahan suhu ini mungkin terdengar jauh dari Indonesia, tetapi dampaknya bisa merambat ke berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Rp50 Juta untuk Sebuah Kehilangan? Pernyataan PBHI soal Korban Kopdes Memantik Pertanyaan Besar

Saat suhu laut di wilayah tersebut menghangat secara tidak biasa, pola sirkulasi atmosfer ikut berubah. Akibatnya, distribusi hujan di banyak negara ikut bergeser, termasuk di Indonesia.

Inilah yang membuat El Nino sering dikaitkan dengan kekeringan.

Ketika fenomena ini aktif, pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia cenderung berkurang. Curah hujan menurun dan kondisi kering bisa berlangsung lebih lama dibanding biasanya.

Baca Juga: Toilet Training Gagal Terus? Mungkin Kamu yang Belum Siap, Bukan Anaknya

Namun yang perlu dipahami, El Nino tidak muncul setiap tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X