TITIKTEMU.CO-Bayangkan sebuah perusahaan yang telah melewati krisis minyak, gejolak ekonomi global, hingga revolusi teknologi otomotif tanpa pernah mencatat kerugian tahunan. Kini, rekor panjang itu akhirnya terputus.
Honda resmi mengalami rugi bersih tahunan untuk pertama kalinya sejak perusahaan tersebut melantai di bursa saham pada 1957. Kabar yang cukup mengejutkan ini bahkan membuat Presiden Direktur sekaligus CEO Honda Motor Co., Toshihiro Mibe, menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para pemegang saham.
Dalam rapat umum pemegang saham yang digelar di Tokyo pada akhir Juni 2026, Mibe mengakui bahwa hasil keuangan perusahaan telah menimbulkan kekhawatiran besar. Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas kondisi yang dialami Honda sepanjang tahun fiskal sebelumnya.
Baca Juga: Kenapa Kemarau Tahun Ini Terasa Lebih Kejam? Banyak Orang Ternyata Masih Salah Paham soal El Nino
Angka kerugiannya pun tidak kecil.
Honda membukukan rugi bersih sebesar 423,94 miliar yen, atau setara sekitar Rp47 triliun. Bagi perusahaan sebesar Honda, angka tersebut menjadi sinyal bahwa industri otomotif global sedang menghadapi perubahan yang jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu.
Menariknya, penyebab utama kerugian ini bukan karena penjualan mobil anjlok secara drastis. Justru salah satu faktor terbesar berasal dari biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Baca Juga: Lee Dong Wook Bangkit dari Kematian? Fakta Season 2 A Shop for Killers yang Bikin Fans Tidak Tenang
Dalam beberapa tahun terakhir, hampir semua produsen otomotif berlomba-lomba berinvestasi besar di sektor mobil listrik. Namun realitas pasar ternyata tidak selalu berjalan sesuai proyeksi.
Di Amerika Utara, misalnya, pertumbuhan permintaan kendaraan listrik mulai melambat. Kondisi tersebut membuat Honda melakukan evaluasi besar terhadap strategi elektrifikasinya.
Salah satu keputusan yang cukup berani adalah menghentikan pengembangan tiga model kendaraan listrik yang sebelumnya dipersiapkan untuk pasar Amerika Utara. Langkah ini diambil untuk mengurangi tekanan biaya sekaligus menyesuaikan investasi dengan kondisi pasar yang sebenarnya.
Baca Juga: Rp50 Juta untuk Sebuah Kehilangan? Pernyataan PBHI soal Korban Kopdes Memantik Pertanyaan Besar
Meski menghadapi situasi sulit, Honda tidak terlihat kehilangan arah.
Toshihiro Mibe menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah mengembalikan Honda ke jalur pertumbuhan. Ia berjanji akan mempercepat transformasi bisnis sambil tetap menghadirkan produk mobilitas yang relevan dengan kebutuhan konsumen global.
Artikel Terkait
Lolos dari Dakwaan Terberat, Tapi Tetap Terjerat? Fakta Menarik di Balik Putusan Hakim untuk Nadiem
Uang Pensiun Tak Lagi Harus Dicicil? Putusan MK Ini Bisa Mengubah Nasib Banyak Pekerja
Dari Bandung ke Bintang Tiga: Kenaikan Pangkat Kapolda Jabar yang Jadi Sorotan Nasional
Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.883, Simak Kurs BCA, BNI, dan Mandiri
Balikpapan Diam-Diam Jadi Kota Terbaik untuk Hidup di Indonesia
Toilet Training Gagal Terus? Mungkin Kamu yang Belum Siap, Bukan Anaknya
Kenapa Orang di Kota Besar Punya Lebih Banyak Teman tapi Lebih Kesepian?