Anak Sering Berbohong Bukan Berarti Nakal — Ini yang Sebenarnya Terjadi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 29 Juni 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi Anak sering berbohong belum tentu nakal. (Desain AI)
Ilustrasi Anak sering berbohong belum tentu nakal. (Desain AI)

TITIKTEMU.CO-Ketika mengetahui anak sering berbohong, banyak orang tua langsung merasa khawatir. Pikiran pun melompat ke berbagai kemungkinan: apakah anak mulai nakal, tidak bisa dipercaya, atau sedang meniru perilaku buruk dari lingkungan? Padahal, dalam banyak kasus, kebiasaan berbohong pada anak usia 5–12 tahun justru merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal.

Psikolog perkembangan anak menjelaskan bahwa kemampuan berbohong sebenarnya berkaitan dengan perkembangan kognitif.

Anak mulai memahami bahwa orang lain memiliki pikiran, pengetahuan, dan perspektif yang berbeda dari dirinya. Kemampuan ini dikenal sebagai theory of mind, salah satu tonggak penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak.

Baca Juga: Anak Patuh di Sekolah, Tapi Sulit Diatur di Rumah? Ini Penjelasan Psikologisnya

Mengapa Anak Sering Berbohong?

Sebelum panik, penting untuk memahami alasan di balik kebohongan anak. Tidak semua kebohongan muncul karena niat buruk.

1. Ingin Menghindari Hukuman

Ini adalah alasan yang paling umum. Misalnya, anak menumpahkan minuman lalu mengatakan bahwa itu dilakukan oleh adiknya. Tujuannya sederhana: menghindari konsekuensi yang dianggap menakutkan.

Ketika anak merasa kesalahan akan langsung dibalas dengan kemarahan atau hukuman berat, mereka cenderung memilih jalan yang menurut mereka lebih aman, yaitu berbohong.

2. Imajinasi yang Masih Sangat Aktif

Pada usia sekolah awal, batas antara imajinasi dan kenyataan belum selalu jelas. Anak bisa bercerita bahwa ia bertemu dinosaurus di taman atau memiliki kekuatan super.

Bagi orang dewasa, itu jelas tidak benar. Namun bagi anak, cerita tersebut sering kali merupakan ekspresi kreativitas, bukan upaya untuk menipu.

Baca Juga: Cara Ajarkan Anak Usia 5 Tahun Tentang Uang Tanpa Bikin Mereka Materialistis

3. Ingin Mendapatkan Perhatian

Kadang anak melebih-lebihkan cerita agar terlihat menarik di mata teman atau orang tua. Mereka mungkin mengaku mendapat nilai sempurna atau memenangkan kompetisi yang sebenarnya tidak pernah diikuti.

Perilaku ini sering muncul ketika anak merasa kurang diperhatikan atau ingin mendapatkan pengakuan.

4. Sedang Belajar Memahami Konsep Kejujuran

Kejujuran bukan kemampuan yang otomatis dimiliki sejak lahir. Anak perlu waktu untuk memahami mengapa berkata jujur itu penting dan bagaimana dampaknya terhadap hubungan dengan orang lain.

Karena itu, sesekali berbohong merupakan bagian dari proses belajar tersebut.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Penjualan Anak di Tangerang, Ibu Kandung Diduga Nikahkan Paksa Putrinya demi Bayar Utang Bank

Kapan Orang Tua Perlu Khawatir?

Tidak semua kebohongan memerlukan intervensi serius. Namun, orang tua perlu lebih waspada jika:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X