7 Kalimat yang Terdengar Biasa Tapi Merusak Kepercayaan Diri Anak Seumur Hidup, Orang Tua Wajib Waspada

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 26 Juni 2026 | 13:38 WIB
Ilustrasi kalimat yang merusak kepercayaan diri anak (Desain AI)
Ilustrasi kalimat yang merusak kepercayaan diri anak (Desain AI)

TITIKTEMU.CO-Banyak orang tua tidak menyadari bahwa kalimat yang merusak kepercayaan diri anak sering kali justru diucapkan dengan niat baik. Padahal, menurut berbagai penelitian dalam bidang psikologi perkembangan, kata-kata yang terus diulang pada masa kecil dapat membentuk cara anak memandang dirinya hingga dewasa.

Anak memang bisa melupakan mainan yang rusak atau hadiah yang hilang. Namun, mereka sering mengingat bagaimana orang tuanya berbicara kepada mereka. Itulah mengapa memilih kalimat yang tepat sama pentingnya dengan memberikan kasih sayang.

Baca Juga: Diam-Diam Berubah Arah! Pemerintah Mulai Tarik Dana Rp300 Triliun dari Bank BUMN, Ada Apa?

Mengapa Kata-Kata Orang Tua Sangat Berpengaruh?

Psikolog perkembangan menjelaskan bahwa anak membangun konsep dirinya dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Ucapan yang berulang akan perlahan dianggap sebagai "kebenaran" oleh anak.

Bahkan, riset menunjukkan bahwa pola komunikasi positif di rumah berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri, kesehatan mental, dan kemampuan anak menghadapi tekanan saat dewasa.

Baca Juga: Nama Tak Muncul di Data Bansos? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengajukan Perbaikan Desil Kemensos 2026

1. "Kamu Memang Selalu Bikin Masalah"

Kalimat ini menyerang identitas anak, bukan perilakunya.

Alih-alih memahami bahwa ia melakukan kesalahan, anak justru mulai percaya bahwa dirinya memang pembuat masalah. Akibatnya, rasa percaya diri menurun dan anak lebih mudah merasa bersalah.

Lebih baik katakan, "Perilaku tadi kurang baik, ayo kita perbaiki bersama."

2. "Lihat Kakakmu, Kok Kamu Nggak Bisa?"

Membandingkan anak mungkin terasa sepele, tetapi dampaknya bisa bertahan lama.

Baca Juga: Fitur ADAS Geely EX2: Kenyamanan dan Keamanan SUV Kelas Menengah yang Wajib Diketahui

Anak akan merasa dirinya tidak pernah cukup baik. Selain itu, hubungan dengan saudara kandung juga bisa menjadi kurang harmonis karena muncul rasa iri atau rendah diri.

Fokuslah pada perkembangan anak dibandingkan dirinya sendiri di masa lalu, bukan dibandingkan orang lain.

3. "Kamu Bodoh, Sih!"

Meski diucapkan saat emosi atau bercanda, label negatif sangat mudah melekat.

Baca Juga: Masih Kebagian! Lebih dari 755 Ribu Tiket Kereta Diskon Libur Sekolah 2026 Belum Ludes, Cek Rute Favoritnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X