TITIKTEMU.CO-Ada momen-momen dalam hidup yang terasa seperti jawaban atas seluruh doa yang pernah dipanjatkan.
Bagi Laily Syifaul Jannah — atau akrab disapa Syifa — momen itu tiba pada 23 Mei 2026, tepat di hari wisudanya. Hari yang sama dengan ulang tahun sang ibu.
Kebetulan yang terasa bukan sekadar kebetulan.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Rif’an: Dari Nasi Rp4.000 hingga Menembus S3 di Belanda
Syifa baru saja dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang, dalam prosesi wisuda Periode Mei 2026.
Kabar bahagia itu pertama kali ia bagikan di grup WhatsApp keluarga — dan ucapan selamat, doa, serta haru langsung membanjiri layar ponselnya.
"Rasanya tidak ada kata yang cukup. Saya masih tidak menyangka bahwa penghargaan ini bisa saya persembahkan sebagai hadiah ulang tahun ibu," ujar Syifa dengan suara yang menahan haru.
Baca Juga: Saat Kampus Menjadi Rumah Inklusivitas: Wisuda UML 2025 dan Kisah Inspiratif Biarawati
Dari Keluarga Sederhana, Lahir Prestasi Luar Biasa
Seperti Anita yang juga menjadi wisudawan terbaik UIN Walisongo periode ini, Syifa tumbuh dari keluarga yang jauh dari kata berkecukupan secara akademik.
Kedua orangtuanya hanya lulusan Sekolah Dasar. Namun di balik keterbatasan itu, ada satu keyakinan yang selalu mereka tanamkan: anak-anak mereka harus bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Kakak Syifa sudah lebih dulu membuktikannya — menjadi sarjana pertama di lingkungan RT mereka. Dan kini Syifa menyusul, bahkan dengan capaian yang lebih istimewa.
Yang menarik, Syifa mengaku tidak pernah menargetkan predikat wisudawan terbaik sejak awal kuliah.
Artikel Terkait
Dari Tugas Akhir ke Panggung Dunia: Kisah Inspiratif Ibnu Hafiz, Alumnus ITB yang Juara 1 Lomba Paper Energi Asia Pasifik 2025
Bukan Sekadar Anak Ariel NOAH: Kisah Inspiratif Alleia Anata, Si Ekstrovert Cerdas dengan Segudang Prestasi
Dari Jogja ke Swedia: Kisah Inspiratif Andhika, Alumni UGM yang Mengejar Mimpi hingga Menjadi Peneliti di Chalmers University
Saat Kampus Menjadi Rumah Inklusivitas: Wisuda UML 2025 dan Kisah Inspiratif Biarawati
Kisah Inspiratif Rif’an: Dari Nasi Rp4.000 hingga Menembus S3 di Belanda