Kisah Inspiratif Rif’an: Dari Nasi Rp4.000 hingga Menembus S3 di Belanda

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 15 Maret 2026 | 20:05 WIB
Kisah inspiratif Rif’an dari keluarga sederhana hingga kuliah S3 (ugm.ac.id)
Kisah inspiratif Rif’an dari keluarga sederhana hingga kuliah S3 (ugm.ac.id)

TITIKTEMU.CO - Di sebuah sudut sederhana di Pleret, Bantul, lahir seorang pemuda bernama Ahmad Rif’an Khoirul Lisan yang sejak kecil menyadari bahwa mimpi besar.

Ia sering kali tumbuh dari keluarga yang hidup dengan segala keterbatasan namun tetap menyimpan harapan yang tidak pernah benar-benar padam.

Ketika Mimpi Ditolak Orang Terdekat

Saat ia diterima di Fakultas Geografi UGM pada tahun 2012, orang pertama yang meragukan langkahnya justru ayahnya sendiri yang merasa pendidikan tinggi terlalu mahal bagi keluarga dengan enam anak dan penghasilan dari mengajar mengaji panggilan.

Tekad Anak Sulung yang Tidak Mudah Mundur
Sebagai anak sulung, Rif’an memandang kuliah bukan sekadar ambisi pribadi melainkan jalan untuk mengubah keadaan keluarga sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi adik-adiknya.

Baca Juga: Lebaran 2026 Berpotensi Beda Hari? Ini Prediksi BMKG, BRIN, dan Muhammadiyah tentang 1 Syawal 1447 H

Bertahan Hidup dengan Cara Sederhana

Hari-hari awal menjadi mahasiswa dijalani dengan penuh perhitungan karena uang saku dari beasiswa Bidikmisi harus cukup untuk kebutuhan hidup sekaligus menunjang aktivitas kuliah.

Ketika rasa lapar datang, ia sering mencari warung paling murah di sekitar kampus dan dengan uang sekitar Rp4.000 hanya membeli sepiring nasi, sayur sederhana, serta satu gorengan karena baginya yang terpenting adalah tetap bisa makan agar kuat menjalani hari.

Organisasi Kampus yang Menjadi Penolong
Bagi Rif’an, organisasi kampus bukan hanya ruang belajar kepemimpinan tetapi juga cara sederhana untuk mendapatkan makanan ketika mengikuti kegiatan kepanitiaan.

Baca Juga: Doa Puasa Hari ke 25 Ramadhan: Amalan Istimewa Menjelang Lailatul Qadar yang Jarang Disadari

Bekerja di Warnet demi Tugas Kuliah

Karena tidak memiliki komputer untuk mengerjakan tugas, ia memilih bekerja di warnet agar mendapatkan penghasilan sekaligus akses menggunakan komputer.

Keberaniannya menjelaskan kondisi hidupnya kepada pihak kampus menghadirkan kebaikan yang tidak ia sangka ketika seorang dosen memberikan komputer bekas secara pribadi agar ia bisa belajar dengan lebih mudah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: ugm. ac. id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X