TITIKTEMU.CO – Suasana belajar kembali hidup di eks Gedung Wyata Guna, kawasan pegunungan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Kamis, 13 November 2025. Dari balik ruang kelas Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Bandung Barat, terdengar suara guru mengajar dan siswa yang sibuk mencatat pelajaran.
Seorang guru muda tampak berdiri di depan kelas menjelaskan materi, sementara bangku-bangku kayu terisi oleh para siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian. Para pelajar ini merupakan anak-anak yang sebelumnya berada di ambang putus sekolah, namun kini memperoleh kesempatan baru untuk kembali mengenyam pendidikan.
Setelah menjalani renovasi besar-besaran dengan dukungan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kondisi bangunan sekolah tersebut berubah drastis. Ruang kelas menjadi lebih layak dan nyaman, asrama putra dan putri tertata rapi, ruang makan diperluas, serta laboratorium dibangun ulang.
Tak hanya itu, berbagai fasilitas penunjang pembelajaran juga disediakan, mulai dari kasur, meja dan kursi belajar, hingga kipas angin demi mendukung kenyamanan siswa selama menempuh pendidikan di SRMP 11 Bandung Barat.
Baca Juga: Bendungan Ciawi–Sukamahi Terbukti Redam Banjir Jakarta hingga 27 Persen
Kesempatan Kedua untuk Menata Masa Depan
Salah satu siswa kelas VIII, Muhammad Daffa Raasyid, mengaku merasakan langsung manfaat dari kehadiran sekolah rakyat tersebut. Baginya, SRMP 11 bukan sekadar tempat belajar, melainkan awal dari kehidupan baru.
“Terima kasih Bapak Prabowo karena telah menghadirkan Sekolah Rakyat ini, sehingga saya dan teman-teman bisa kembali merasakan bangku sekolah,” ujar Daffa.
Ucapan itu disampaikannya sambil mengingat surat yang pernah ia tuliskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang layak dan merata, khususnya bagi anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses sekolah formal.
Sejak mulai beroperasi pada Oktober 2025, SRMP 11 Bandung Barat telah menjadi rumah kedua bagi 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Mereka tinggal dan belajar dalam sistem boarding school, didampingi oleh 33 tenaga pendidik yang menjalankan pembinaan secara terstruktur.
Baca Juga: BPK Soroti Aset Proyek PLN Rp1,97 Triliun Menganggur, Dipicu Perubahan RUPTL dan Proyek Mangkrak
Tiga Kurikulum Khusus Sesuai Kebutuhan Siswa
Wakil Kepala Sekolah SRMP 11 Bandung Barat, Deni Hermawan, menjelaskan bahwa sekolah ini menerapkan tiga kurikulum khusus yang disesuaikan dengan latar belakang peserta didik.
Artikel Terkait
Update Terbaru Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Kokoh di Posisi Kedua, Thailand Tak Tertandingi
Viral Video Kepala BGN Main Golf Saat Bencana Sumatera, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi
Akses Jalan Rusak Pascabencana, Warga Bener Meriah Terpaksa Jalan Kaki Puluhan Kilometer
BPK Soroti Aset Proyek PLN Rp1,97 Triliun Menganggur, Dipicu Perubahan RUPTL dan Proyek Mangkrak
Bendungan Ciawi–Sukamahi Terbukti Redam Banjir Jakarta hingga 27 Persen