TITIKTEMU.CO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sumpah Profesi Insinyur (PPI) Angkatan IX di Arcadia Ballroom, Hotel Alana, Surakarta, Sabtu 13 Desember 2025.
Sebanyak 73 insinyur baru resmi dilantik dan siap mengaplikasikan keahlian keteknikan mereka di berbagai sektor strategis. Sumpah profesi ini menjadi titik penting bagi para lulusan PPPI Fakultas Teknik UMS.
Bukan sekadar seremoni, sumpah profesi sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab moral dan profesional para insinyur untuk bekerja demi keselamatan publik, kemajuan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.
Lulusan dari Berbagai Universitas
Ketua PPI UMS, Ir. Agung Setyo Darmawan, ST, MT, IPU, dalam laporannya menjelaskan lulusan PPI UMS Angkatan IX berasal dari berbagai perguruan tinggi.
Selain alumni UMS, program ini juga diikuti dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Universitas Surakarta (Unsa), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
“Keberagaman universitas ini menunjukkan PPI UMS menjadi rujukan pendidikan profesi insinyur yang terbuka dan inklusif. Bukan hanya lulusan UMS, tapi juga agi lulusan teknik dari berbagai kampus,” ujar Agung.
Dari 73 insinyur yang dilantik, rata-rata indeks prestasi kumulatif 3,86. Sebanyak 58 lulusan bahkan meraih predikat cumlaude. Dengan kelulusan ini, total alumni PPI UMS kini mencapai 257 insinyur profesional.
Agung menegaskan sumpah profesi adalah awal pengabdian, bukan akhir perjalanan akademik.
“Sumpah ini menjadi titik awal bagi lulusan insinyur baru untuk mengemban amanah dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” katanya.
Baca Juga: Teknik Mesin UMS Lakukan Pendampingan Mitra Pabrik Pengecoran Besi dan Baja
Dorong Konsep Integrated Engineering
Mewakili Rektor UMS, Sekretaris Universitas Andy Dwi Bayu Bawono SE, MSi., Ph.D, menekankan pentingnya pendekatan integrated engineering bagi para insinyur masa depan.
Artikel Terkait
Sekolah Bisa Bernapas Lega: 2026 Jadi Tahun Dimulainya Era Baru Revitalisasi Digital Pendidikan
Perjuangan Zaki Lolos S2 Seoul National University: Culture Shock, Gagal LPDP, hingga Dapat Beasiswa Hyundai CMK
Melangkah dari Serpong ke Ankara: Perjalanan Atha Sang Pemburu 21 LoA hingga Raih Beasiswa Dokter di Turki
Pemerintah Pertimbangkan Tambah Bahasa Portugis ke Kurikulum, Ini Penjelasan Kemendikdasmen
Beasiswa Impian ke Denmark 2025: Tanpa Batas Usia, Tanpa Ribet, Bisa Masuk Kampus Terbaik Dunia!