“Di UMS, mahasiswa diberi ruang untuk berdiskusi secara bebas dengan dosen. Wawasan tidak dibatasi, dan itu sangat membantu dalam memperkaya sudut pandang keteknikan,” ujar Tri.
Dia juga menilai pendidikan profesi insinyur penting untuk diikuti lulusan sarjana teknik, terutama karena sudah memiliki payung hukum yang jelas dari pemerintah.
Selain meningkatkan kompetensi, program ini membuka jejaring profesional lintas kampus dan lintas sektor.
“Kita bisa bertemu rekan-rekan dari berbagai universitas, bertukar pengalaman, data, dan jejaring kerja. Ini bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Blak-blakan Soal Anak Jenderal Tak Sopan: ‘Suruh Menghadap Saya!'
Menjawab Tantangan Masa Depan
Dengan meluluskan 73 insinyur terampil, UMS menegaskan komitmennya dalam mencetak profesional teknik yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada solusi.
Konsep integrated engineering yang diusung diharapkan mampu melahirkan insinyur yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga mampu berkolaborasi lintas disiplin demi kemajuan Indonesia.***
Artikel Terkait
Sekolah Bisa Bernapas Lega: 2026 Jadi Tahun Dimulainya Era Baru Revitalisasi Digital Pendidikan
Perjuangan Zaki Lolos S2 Seoul National University: Culture Shock, Gagal LPDP, hingga Dapat Beasiswa Hyundai CMK
Melangkah dari Serpong ke Ankara: Perjalanan Atha Sang Pemburu 21 LoA hingga Raih Beasiswa Dokter di Turki
Pemerintah Pertimbangkan Tambah Bahasa Portugis ke Kurikulum, Ini Penjelasan Kemendikdasmen
Beasiswa Impian ke Denmark 2025: Tanpa Batas Usia, Tanpa Ribet, Bisa Masuk Kampus Terbaik Dunia!