TITIKTEMU.CO - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Gogot Suharwoto, mengumumkan kabar penting: mulai 2026, sekolah tidak perlu lagi melalui proses panjang untuk mengajukan perbaikan bangunan.
Semua dapat dilakukan secara daring melalui sebuah aplikasi khusus.
Menurut Gogot, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Prabowo Subianto untuk memangkas birokrasi dan mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Dentuman di Ujung Harapan: Pemulung Tewas Diduga Akibat Mortir Tersembunyi di Tumpukan Rongsok
Aplikasi Revitalisasi yang Jadi ‘Pusat Komando’ Perbaikan Sekolah
Aplikasi baru yang bisa diakses lewat alamat revit.kemendikdasmen.go.id berperan sebagai pusat perencanaan sekaligus alat monitoring nasional.
Baik sekolah maupun pemerintah daerah kini bisa mengajukan proposal revitalisasi secara digital, tanpa perlu proses manual yang memakan waktu.
- Di dalamnya tersedia fitur-fitur cerdas seperti: • Rekomendasi otomatis berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
- Pemeriksaan dokumen secara real time
- Sistem pemeringkatan sasaran yang lebih objektif
- Mekanisme verifikasi berlapis dari daerah hingga pusat
- Informasi detail kondisi sekolah hingga per ruang
Aplikasi ini dirancang sebagai fondasi baru bagi proses revitalisasi yang lebih transparan dan terukur.
Baca Juga: Aksi Tertahan, Gelombang Baru Menanti: Buruh Siapkan Demo Lanjutan hingga Ancaman Mogok Nasional
Tantangan Besar: 1,2 Juta Ruang Kelas Rusak
Meski inovasi digital ini diharapkan mempercepat proses, Gogot mengingatkan bahwa pekerjaan yang harus diselesaikan tidak sedikit.
Indonesia masih menghadapi ketimpangan akses pendidikan, salah satunya terlihat dari sekitar 1,2 juta ruang kelas berstatus rusak sedang hingga berat, tersebar di 195 ribu sekolah.
Ia menegaskan bahwa mustahil menyelesaikan semua dalam satu atau dua tahun.
Namun, fokus utama pemerintah adalah memperbaiki yang paling mendesak atau berstatus prioritas sehingga anak-anak tetap dapat belajar di lingkungan yang aman dan menyenangkan.
Artikel Terkait
Pulang dalam Sunyi: Misteri 8 Bulan Hilangnya Alvaro dan Jejak Tragis yang Terbongkar
Perang Balpres Ilegal: Ketika Pedagang Merintih, Negara Bertindak, dan Tuduhan Menguap di Udara
Dari Munas ke Meja Kebijakan: MUI Dorong Koperasi Merah Putih Punya Jalur Syariah
Menjelang 2026: Ketakutan Kriminalisasi Mencuat, Pemerintah Klaim KUHP Baru Lebih Terkontrol
Mahfud MD: Demokrasi Kita Jalan, Tapi Tanpa Ruh: Autocratic Legalism Mengintai?
Dentuman di Ujung Harapan: Pemulung Tewas Diduga Akibat Mortir Tersembunyi di Tumpukan Rongsok
Aksi Tertahan, Gelombang Baru Menanti: Buruh Siapkan Demo Lanjutan hingga Ancaman Mogok Nasional
Pengakuan Nenek Alvaro: Alibi Bangkai Anjing Adik pelaku Tutupi Keberadaan Jasad
Begini Cara Dapat Diskon Tiket KA Nataru 30 Persen
Link War Tiket Diskon Kereta Api Nataru, Cara Beli dan Strategi Biar Nggak Kehabisan