Pada sesi pemanasan dan koreografi bersama, para peserta juga diajak berdialog ringan tentang pola hidup sehat, menjaga kebugaran jasmani, serta pentingnya menjaga semangat positif di usia lanjut.
Selain itu Lilis Ireng sebagai pemandu acara berhasil menghidupkan suasana dengan gaya ceria, penuh canda, dan melibatkan seluruh peserta.
“Kami ingin menghadirkan ruang bahagia bagi keluarga. Di sini, anak dan kakek/nenek bisa tertawa, bergerak, dan saling menguatkan,” ujar Oetari Noor Permadi, seorang pendidik, pegiat literasi, dan penggiat budaya yang aktif dalam kegiatan pengembangan kreativitas anak dan remaja berkarakter.
Baca Juga: Lift Kaca Pantai Kelingking Dibongkar: Dari Ambisi Wisata Mewah ke 5 Pelanggaran Beruntun
“Kesehatan jasmani dan kebahagiaan batin tumbuh dari cinta dan kebersamaan keluarga,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Mekar Pribadi berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa sehat bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga kebahagiaan yang hadir melalui hubungan penuh cinta antara kakek, nenek, dan cucu.
Para peserta terkejut dan senang melihat karya lukis bersama mereka ikut dipamerkan di Perpustakaan Jakarta, sekaligus menandai penutupan Festival Budaya Anak Bangsa Tahun 2025.
Peserta lainnya, yaitu KH. Abdul Wahid Maktub yang hadir dengan kedua cucu mengatakan : “Sangat senang acara ini, betul-betul menjadi bugar, sehat dan bahagia. Luar biasa! Mudah-mudahan kedepan, info lebih banyak, peserta lebih luas. Dan anak Indonesia jadi jaya dan hebat!”
Ibu Nur dari Kwitang : “Saya ikut acara ini seneng. Jadi bisa ada waktu untuk kumpul anak, ada quality time, dan I’m so happy. Pokoknya seneng deh.”
Diva dan Al kelas 4 SD, dengan mata berbinar mengatakan : “Acaranya seru!!! Kapan ada lagi?.”
Baca Juga: Kumpulan Kode Promo Gojek 24–30 November 2025, GoFood dan GoRide Mulai Rp 1, Dapat Cashback Besar
Diketahui, Yayasan Mekar Pribadi merupakan lembaga yang berkomitmen pada pengembangan karakter dan kreativitas anak serta penguatan nilai-nilai budaya melalui kegiatan edukatif dan seni.
Selama lebih dari 17 tahun, Yayasan ini merayakan Hari Anak Sedunia dengan menyelenggarakan Festival Budaya Anak Bangsa, serta berbagai kegiatan literasi, seni, dan pelatihan yang mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam pendidikan anak.***
Artikel Terkait
Beri Ruang Anak Indonesia Bebas Berimajinasi, FBA XVII Gelar Aneka Workshop Parenting dan Seni
Jeritan dari Panggung Monas: Ketika Guru Madrasah Menuntut Keadilan yang Tak Kunjung Datang
Dari Tugas Akhir ke Panggung Dunia: Kisah Inspiratif Ibnu Hafiz, Alumnus ITB yang Juara 1 Lomba Paper Energi Asia Pasifik 2025
Lulus Doktor di UGM Hanya 2 Tahun 10 Bulan: Kisah Inspiratif Roro dan Filosofi Belajarnya
UGM Kembali Jawara: Tim GAMAFORCE Raih Juara Umum KRTI 2025 untuk Ke-8 Kalinya!
Jaga Ekosistem Lingkungan, BRI Peduli Ajak Anak Muda Tanam Mangrove dan Kelola Limbah Plastik
Linieritas Guru Mapel Koding dan KKA, Kualifikasi Akademik Sesuai Peraturan Terbaru Mendikbudristek No 7 Tahun 2024
Dari Anak Pekerja Bangunan ke Wisudawan Terbaik: Perjalanan Eva Nandha, Penerima Beasiswa KIP yang Menginspirasi