TITIKTEMU.CO, Bogor - Masalah sampah masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia.
Jutaan ton sampah dihasilkan dihasilkan setiap harinya dari aktivitas rumah tangga, industri, dan perkantoran, namun belum seluruhnya terkelola dengan baik.
Baca Juga: Dalang Ki Anom Suroto Meninggal di Usia 77 Tahun, Maestro Wayang Kulit Lima Benua
Sampah yang tidak tertangani tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.
BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan atau Corporate Social Responsibility BRI Peduli - Yok Kita Gas, terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui berbagai program yang secara nyata dapat membantu mengatasi masalah sampah di berbagai wilayah di Indonesia.
Terbaru, BRI Peduli Yok Kita Gas kembali dilaksanakan melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah yang dilaksanakan di Bank Sampah Azalea, Kel. Babakan, Kec. Bogor Tengah, Kab. Bogor yang melibatkan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kel. Babakan serta pengurus dan anggota bank sampah.
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali materi pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat yaitu sabun cuci piring maupun cuci tangan.
Tidak hanya dibekali materi, para peserta juga melakukan praktik langsung tentang cara pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah.
Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk inovasi lingkungan yang memberikan manfaat nyata dalam upaya pelestarian alam dan pengurangan limbah rumah tangga.
Baca Juga: Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun
Minyak jelantah yang umumnya dibuang begitu saja setelah digunakan untuk menggoreng merupakan salah satu jenis limbah cair yang dapat mencemari lingkungan, terutama jika dibuang ke saluran air atau tanah.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa melalui pelatihan ini, masyarakat diajak untuk lebih bijak dan kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak bekas. Dengan diolah menjadi sabun cuci tangan, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini memiliki nilai tambah dan fungsi baru yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Proses ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi produk yang berguna,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Banyak Diminati Pasar, Pelaku UMKM asal Lampung Berhasil Kembangkan Produk Olahan Nanas dengan Modal KUR BRI
Peringatan Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Sungai dan Peduli Lingkungan
Percepat Penyaluran KPR FLPP, BRI Dukung Realisasi Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Pemerintah
Kredit Konsumer BRI Tumbuh Double Digit, Berhasil Putar Roda Ekonomi Masyarakat
Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi, Pelaku UMKM di Solo Sukses dengan Pemberdayaan BRI
BRI Peduli Peringati Hari Pangan Sedunia, Dukung Ketahanan Pangan Melalui Panen Raya BRInita
Ini Strategi BRI Jaga Kualitas Pembiayaan KPR Subsidi untuk Perkuat Akses Hunian