Rip Current Ternyata Tak Hanya Terjadi Saat Cuaca Buruk, Ini 6 Mitos dan Fakta Tentang Rip Current

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 31 Januari 2025 | 20:30 WIB
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai (unsplash.com/Anders Marloe)
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai (unsplash.com/Anders Marloe)
  • Celah sempit perairan yang lebih gelap dan tampak lebih tenang diapit oleh area ombak yang pecah
  • Memiliki saluran air yang bergelombang dan terlihat berbeda dengan air di sekitarnya
  • Perbedaan warna air, seperti adanya area air yang tampak berlumpur di mana itu terjadi akibat sedimen dan pasir yang terbawa dari pantai
  • Area buih atau busa ombak dan rumput laut yang konsisten selalu terbawa oleh arus ombak
  • Aliran air yang menjauh dari bibir pantai dengan arus deras yang cepat

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru PT Samator Indo Gas Tbk Surabaya 2025: Pendidikan Minimal SMA/SMK & Fresh Graduate

Rip current tak memandang kondisi cuaca

Mitos: Rip current hanya terjadi saat cuaca buruk
Fakta: Arus balik cepat di rip current bisa terjadi bahkan ketika cuaca sedang baik dan ketika ombak di permukaan terlihat tenang

Ombak tenang bukan berarti aman

Mitos: Selalu aman untuk berenang saat ombak sedang kecil
Fakta: Belum tentu, karena ombak yang pecah justru menjadi tanda-tanda adanya rip current di area tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: National Geographic, BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X