Ada Gerhana Bulan, Ini Niat Dan Tata Cara Shalatnya

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Sabtu, 28 Oktober 2023 | 19:00 WIB
Ilustrasi pelaksanaan shalat gerhana (freepik)
Ilustrasi pelaksanaan shalat gerhana (freepik)

TITIKTEMU.CO – Walaupun dini hari nanti, fenomena langit gerhana bulan sebagian, namun sebagai umat muslim, ada salah satu sunnah yang dianjurkan ketika terjadi gerhana bulan yaitu dengan melaksanakan shalat sunnah Gerhana.

Untuk mengingatkan kembali inilah bacaan niat dan tata cara shalat gerhana bulan. Niat dan tata cara shalat gerhana bulan  berikut ini dapat menjadi panduan dalam melaksanakan shalat gerhana bulan.

Shalat sunnah gerhana dikerjakan pada saat Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari, dan untuk shalat Gerhana Bulan dinamakan dengan shalat Khusuf.

Dilansir dari laman Kementerian Agama RI (Kemenag), berikut ini adalah niat dan tata cara pelaksanaan shalat sunnah Gerhana Bulan atau Shalat Khusuf.

Sebelum Shalat Khusuf berjamaah dilaksanakan, Imam membaca:
الصلاة جامعة رحمكم الله

Begini tatacara Shalat Gerhana Bulan :

a. Berniat di dalam hati, Ushallii sunnatal khusuuf rak‘ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta‘aalaa (Saya berniat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).

b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa

c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih). Sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

Baca Juga: Minggu Malam Ini Akan Ada Gerhana Bulan, Kemenag Ajak Shalat Gerhana

d. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya

e. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”

f. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama

g. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X