LELAKI TUA DAN SANDAL KARET Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Minggu, 1 Mei 2022 | 23:25 WIB
Kebon Raya, Bogor (commons.wikimedia.org)
Kebon Raya, Bogor (commons.wikimedia.org)

Sayangnya, hal semacam itu banyak terjadi di sekitar kita. Padahal, setiap orang juga tak ada yang bisa membebaskan diri dari berbuat salah dan dosa, dari kekurangan.

Baca Juga: Beasiwa BCA: Bebas Biaya Pendidikan, Asrama, Uang Saku dan Peluang Bekerja di BCA. Lulusan SMA Segera Daftar!

Keempat

Ketupat
Ketupat (pixabay)

Membaca cerita Romo Haruna tentang pengalamannya di angkot, saya ingat yang ditulis Karen Armstrong (2009): agama itu bukanlah sesuatu yang terutama menyangkut pikiran manusia, melainkan lebih pada perbuatan manusia. Iman tanpa perbuatan–tentu perbuatan baik–adalah omong kosong, mati.

Dengan kata lain, Armstrong ingin mengatakan, tidak ada gunanya menguasai teori-teori agama, hafal ayat-ayat kitab suci kalau tidak diwujudkan dalam tindakan nyata, bagi sesama manusia.Tahu bagaimana berbuat baik, tapi tidak memraktikkan ya tidak ada gunanya.

Bahkan, guru-guru bijak Upanishadik, kata Armstrong, mengatakan kebenaran agama hanya dapat diakses ketika kita siap untuk menyingkirkan egoisme, keserakahan, dan keasyikan pada diri sendiri yang berurat berakar dalam pikiran dan perilaku kita. Tetapi, juga merupakan sumber dari begitu banyak penderitaan kita.

Baca Juga: Syarat dan Rukun Zakat Fitrah yang Wajib Dipenuhi Sebelum Mengeluarkan Zakat Fitrah

Inilah salah satu persoalan besar di negeri kita. Padahal, kata Komaruddin, agama seharusnya menjadi peradaban manusia di segala bidang. Dengan kata lain, semakin beragama, semakin beradab, semakin berbudaya, semestinya. Dalam rumusan lain, Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan semakin beriman, semakin bersaudara.

Dan, dalam angkot dari Bogor ke Tangerang Selatan itu, ada belas kasih, welas asih, ada kepedulian, ada persaudaraan. Inilah kiranya makna berpuasa dan lebaran: mempertebal sikap belas kasih, welas asih, kepedulian, dan persaudaraan.

Selamat Lebaran
1 Syawal 1443 H

 

 

Sumber: https://triaskun.id/2022/04/30/lelaki-tua-dan-sandal-karet/

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X