Brutus khawatir, Caesar setelah semakin berkuasa akan menyalahgunakan kekuasaan; akan menghancurkan institusi-institusi republik dan menjadi pemerintahan otoritarian.
la yakin bahwa kekhawatirannya juga kekhawatiran rakyat. Dan menganggap dirinya sebagai penyelamat negara.
Baca Juga: Sinopsis Film Gone Girl, Istri Yang Hilang Otomatis Suami Sebagai Pembunuh ?
Karena itu, Caesar harus mati. Kata Brutus, "Bukan saya tidak mencintainya, tapi saya lebih mencintai Roma." Maka Caesar pun, yang telah mengampuninya, disingkirkan, dibunuh.
Cerita Brutus dan kawan-kawannya adalah kisah klasik pertama tentang pengkhianatan, pengkhianatan politik. Kisah Brutus dan komplotannya adalah juga kisah tentang kejelian mereka memanfaatkan suasana untuk kepentingannya sendiri.
Baca Juga: Tim UGM Turun Ke Imogiri Bantul Mendukung Kawasan Agro Edu Techno Park
Kisah Yudas, salah satu dari 12 rasul Yesus juga adalah kisah bagaimana sebuah pengkhianatan dilakukan. la terkenal karena Injil mencatat kisah pengkhianatannya terhadap Yesus gurunya. Dalam daftar nama para murid Yesus versi Sinoptik, pada nama Yudas ditambahkan keterangan `pengkhianat'.
Penginjil Markus dan Matius dengan jelas menyebut Yudas sebagai orang yang `menyerahkan' Yesus kepada para imam dan ahli-ahli taurat dengan menerima imbalan tiga puluh kepeng uang perak.
Secara sederhana dapat dikatakan "motivasi dapat uang" menjadi alasan Yudas menjual Yesus. Padahal, Yudas selalu menyebut Yesus sebagai Rabi, guru. Sebuah sapaan hormat. Meskipun sebelumnya Yudas membayangkan andaikan Yesus menjadi mesias politik, maka ia akan mendapat jabatan, ikut menikmati kekuasaan.
Pengkhianatan Yudas dikemas sangat apik. Dan di taman Getsemani ketika memimpin rombongan yang akan menangkap Yesus, Yudas mencium pipi Yesus untuk menunjukkan kepada para pengikutnya bahwa "yang dicium itu Yesus." Yudas memilih tanda yang `manis' sekaligus `mematikan': ciuman.
Baca Juga: Vietnam Juara Piala AFF U23 2023, Pemain Indonesia Terpilih Menjadi Pemain Terbaik
Sapaan hormat, Rabi, dan ciuman itu tercemar oleh motivasi dan tindakan jahat. Maka ciuman itu disebut sebagai lambang pengkhinatan. Itulah ciuman pengkhianatan. Kata Stefan Leks (Tafsir Injil Markus)Yudas tampaknya berotak cemerlang sekaligus busuk.
Begitulah kisah pengkhianatan oleh Yudas Iskariot.
Cerita Brutus dan Yudas, adalah cerita klasik yang selalu mengingatkan apa yang dikatakan Marcus Tullius Cicero (106-43 SM), seorang negarawan, orator, ahli hukum, dan filsuf Romawi.
Baca Juga: Ini Dia Curug Mandala Yang Tersembunyi Di Cilacap