Baca Juga: Kejaksaan Agung akan Menahan Surya Darmadi, Mega Koruptor yang Diduga Rugikan Negara Hingga Rp 78 T
***
Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah anugerah. Maka anugerah itu harus disyukuri. Rasa syukur kiranya perlu diwujudkan. Mewujudkan rasa syukur antara lain dengan semakin Menjadi Indonesia.
Menjadi Indonesia berarti semakin menyadari dan menerima realitas negara dan bangsa Indonesia.
Menjadi Indonesia berarti semakin menyadari bahwa Indonesia negara yang berdasarkan Pancasila, yang ber-UUD 1945, yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga: Formasi Lengkap Paskibraka 2022 Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka, Ini Daftarnya
Bangsa yang plural, yang majemuk dalam banyak hal: agama, suku, etnis, budaya, bahasa, adat-istiadat, dan segala perbedaan lainnya.
Dan yang terpenting dari Menjadi Indonesia adalah adanya keterbukaan dan kelapangan hati dan pikiran untuk menerima dan merayakan perbedaan. Perbedaan haruslah dirayakan sebagai penguat persatuan dan kesatuan.
Membuka diri dalam menerima perbedaan menjadi alasan yang paling humanis untuk lebih dapat menghargai perbedaan, baik itu beda dari sisi keagamaan, budaya, maupun cara pandang tentang kerukunan.
Baca Juga: LPSK Tolak Permohonan Putri Candrawathi, Penuhi Permintaan Perlindungan Bharada E. Begini Alasannya
Inilah yang harus terus-menerus diusahakan bersama. Memang, banyak tantangan kehidupan harmonis. Tetapi, perlu dipahami dan dihayati bahwa perbedaan itu tidak harus sama dengan perpisahan. Perbedaan bukan berarti menjadi alasan untuk bermusuhan, untuk saling menafikan, untuk saling menghina, untuk saling membenci. Perbedaan adalah hal yang memperkaya sejarah.
Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Kita tidak bertakwa dan berbakti pada Allah tanpa merekatkan tali kasih itu dengan sesama manusia. Dengan kata lain, iman itu semestinya diimplementasikan dalam amal perbuatan nyata.
Baca Juga: Nonton Bareng Pengabdi Setan 2 Communion di Bioskop Tua, Kru Cium Bau Melati
Toleransi dan kesetiakawanan adalah pelataran dalam keberbedaan merangkai tali kasih untuk hidup bersama, saling menjaga, saling menghormati, dan memelihara kerukunan, toleransi. Semangat cinta damai dengan mengupayakan keselarasan hidup rukun dengan saudara-saudara yang memiliki keyakinan atau agama yang berbeda, perlu terus diaktualisasi dari waktu ke waktu.
Prinsip ini sebagai cermin kepatuhan dan ketaatan pada falsafah bangsa, yang oleh sejarah telah dijadikan komitmen dan konsistensi warga bangsa yang ikut memelihara kedamaian.