Ktut Tantri, Wanita Berdarah Viking , Kelahiran Skotlandia, Pejuang Kemerdekaan Indonesia

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:49 WIB
K'tut Tantri, wanita berdarah Viking, kelahiran Skotlandia, pejuang kemerdekaan Indonesia (IG#ktuttantri)
K'tut Tantri, wanita berdarah Viking, kelahiran Skotlandia, pejuang kemerdekaan Indonesia (IG#ktuttantri)

TITIKTEMU.CO

"Saya mungkin akan dilupakan oleh Indonesia...Tapi Indonesia adalah bagian hidup saya...K'TUT TANTRI......"

 

Masih sangat di sayangkan banyak yng tidak tahu perjuangan wanita bule untuk negeri ini. Disiksa Jepang nyaris membuat ia gila bahkan tewas... Tapi tak menyurutkan hati nya untuk memperjuangkan negeri barunya itu...

Baca Juga: ROKOK KLOBOT DAN HARGA DIRI BANGSA

Bahkan Bung Tomo terkesiap saat menyaksikan bagaimana dengan tenang nya K'tut Tantri menyiarkan bombardir tentara Inggris pada kota Soerabaia dengan menulis catatan.....

“Saja tidak akan melupakan detik detik dikala Tantri dengan tenang mengutjapkan pidatonja di muka mikropon, sedangkan bom-bom dan peluru2 mortir berdjatuhan dengan dahsjatnja dikeliling pemantjar radio pemberontakan,” tulis Bung Tomo.....

K’tut Tantri lahir di Glasgow Skotlandia dengan nama Muriel Stuart Walker, pada 18 Februari 1899. Ia adalah anak satu-satunya dari pasangan James Hay Stuart Walker dan Laura Helen Quayle.

Baca Juga: Kisah Cinta Soekarno, dari Oetari hingga Ratna Sari Dewi

Setelah Perang Dunia I, bersama sang ibu, ia pindah ke California, Amerika Serikat (AS). Kelak di Negeri Paman Sam, Tantri bekerja sebagai penulis naskah dan antara 1930 hingga 1932 ia menikah dengan Karl Jenning Pearson.

Tantri memutuskan pindah ke Bali setelah ia menonton film berjudul, “Bali, The Last Paradise”. Hal itu ia ungkapkan gamblang dalam bukunya, “Revolt in Paradise” yang terbit pada 1960.

“Pada suatu sore saat hujan rintik-rintik, saya berjalan di Hollywood Boulevard, saya berhenti di depan sebuah gedung bioskop kecil yang memutar film asing, mendadak saya memutuskan untuk masuk. Film asing tersebut berjudul “Bali, The Last Paradise”. Saya menjadi terpesona,” tulis Tantri.

“Sebuah film yang menunjukkan contoh kehidupan penduduk yang cinta damai, penuh rasa syukur, cinta, dan keindahan. Ya, saya merasa telah menemukan kembali hidup saya. Saya merasa telah menemukan tempat di mana saya ingin tinggal,” ujar dia dalam bukunya.

Selang beberapa bulan kemudian, Tantri tiba di Pulau Dewata. Kala itu ia bersumpah mobil yang dikendarainya hanya akan berhenti jika sudah kehabisan bensin dan kelak ia akan tinggal di tempat pemberhentian terakhirnya itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: IG #ktuttantri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X