Apa yang bisa dilakukan asosiasi penulis di era AI?
Mereka tak bisa mengubah zaman. Tapi bisa menjadi penjaga api kecil yang tak padam.
Asosiasi dapat menyebarkan kesadaran baru:
Mengalihkan fokus menulis dari uang ke makna.
Mereka bisa menyadarkan penulis untuk:
• Menulis bukan untuk pasar, tapi untuk warisan spiritual dan budaya.
• Menjadikan tulisan sebagai terapi, ekspresi eksistensial, atau bentuk dialog sosial.
Penulis seperti itu tak akan kaya secara materi, tapi bisa “hidup” dalam arti yang lebih dalam.
Baca Juga: Apakah SakuCuan Aman? Review Ciri-Ciri Investasi Bodong Sebelum Terjebak
Asosiasi penulis tak bisa memaksa publik membeli buku.
Tapi mereka bisa menjaga agar masih ada penulis yang bertahan.
Menulis bukan demi uang—tapi demi jiwa manusia.
Sekalipun kecil, tetap harus ada yang dinyalakan.
Setiap tahun, Denny JA Foundation bersama komunitas penulis telah menghidupkan lilin kecil itu—melalui dana abadi untuk 50 tahun ke depan.
Baca Juga: Opal Suchata Chuangsri Raih Mahkota Miss World 2025, Sejarah Baru untuk Thailand
Penghargaan tahunan diberikan kepada:
• Penulis fiksi dan nonfiksi terbaik yang masih menerbitkan buku dalam tiga tahun terakhir.
• Penulis atau aktivis terbaik puisi esai.
• Tokoh dengan pencapaian seumur hidup (lifetime achievement award).
Dengan nominal antara Rp 35 juta hingga Rp 50 juta, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi—melainkan pernyataan:
Menulis tetap penting. Kata-kata masih berarti.
Sekecil apapun, selalu ada lilin yang dinyalakan
—untuk sedikit menerangi rute ke zaman baru.***