Selain itu, dengan dibuka nya banyak bandara internasional di Indonesia, potensi ancaman keamanan nasional atas penyelundupan barang2 terlarang, imigran gelap bahkan narkoba, tetap tinggi.
Hal ini dikarenakan kualitas Bea Cukai dan fasilitas keamanan di bandara2 tersebut tidak memadai, tidak selevel di Bandara Soekarno-Hatta atau Ngurah Rai. Belum lagi kita bicara bagaimana potensi masuknya kepentingan2 asing yang tidak terpantau sehingga bisa menyebabkan potensi teroris di daerah.
Selain itu sebelum Covid, apakah banyak turis asing langsung yang datang dari Eropa ke Miangas, Banyuwangi, atau Blora ? Kebanyakan adalah orang2 daerah di Indonesia yang ke Singapore untuk belanja kemudian flexing bangga telah ke Takashimaya membeli “branded” bags dan jam tangan, serta ke Kuala Lumpur (kemudian ke Penang) untuk berobat.
Baca Juga: Bandara Internasional Kertajati Mulai Ramai, Presiden Memberi Apresiasi
Thailand, sebagai perbandingan, industri pariwisatanya cukup maju, namun apakah mereka membuka Bandara2 International dengan penerbangan langsung dari Jakarta ke kota2 selain Bangkok, Pataya, Phuket, Chiang Mai dan DonMuang?
Mengapa hal ini terjadi ? Bagaimana dengan kondisi AirPort di China atau Amerika Serikat.
Internasional AirPort vs Domestik AirPort berkelas internasional
Bila melulu kita melihat judul Bandara Internasional di negara2 yang setipe dengan Indonesia seperti India, China dan Amerika Serikat, jelaslah perlu di bangun bandara Internasional yang banyak di daerah2 dengan alasan meningkatkan industri pariwisata.
Baca Juga: 5 Tempat Makan Legendaris yang Wajib Dikunjungi Saat di Jogja , Nggak Bakal Kecewa
Baca Juga: 7 Danau di Madiun Paling Asyik, View Alami untuk Joging, Gowes hingga Mancing
Namun bila kita lihat, apakah kita bisa dari Jakarta atau Singapore langsung ke Kota2 di China selain Beijing, Shenzen, GuangZhao, Chengdu, Xian, Kunming, Hangzao, dan Wuhan? Kenapa China tidak membuka direct flight ke kota2 yang mempunyai bandara internasional?
Bisakah kita langsung dari Jakarta/Singapore ke Wisconsin untuk melihat danau2 indah atau langsung ke Millwakee untuk mengunjungi museum Harley Davidson di Amerika Serikat ?
Jadi apa fungsi Bandara2 Internasional di kota2 tersebut kalau tidak ada direct flight International? Pertanyaan menarik untuk dikaji.
Baca Juga: Penggiat Seni Diajak Presiden Naik LRT, Ini Kesannya
Baca Juga: Presiden Jokowi Naik LRT Jabodebek Bersama Para Penggiat Seni Tanah Air
Bandara2 Internasional di kota2 selain yang di sebut tadi memang berstatus internasional, di mana mempunyai perangkat Custom/Bea Cukai dan Imigrasi untuk turis asing, namun tidak untuk komersial regular flight, yaitu membawa Turis2 asing dari luar China/Amerika Serikat dengan menggunakan komersial Airline sepeti Singapore Airline, Delta, atau pun Emirates.
Artikel Terkait
Pesawat Amphibi Buatan Indonesia Siap Menjelajah Nusantara
Sah! Indonesia Membeli 42 Pesawat Jet Rafale Dassault. Begini Profil dan Spesifikasi Jet Rafale
Wow! UGM Bikin Mobil Listrik GATe untuk Transportasi di Bandara YIA
Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Kembali Melayani Penerbangan Komersial
Horee! Mau ke Pulau Komodo Bisa Langsung Dari Jakarta Menggunakan Pesawat ke Bandara Komodo Labuan Bajo
Setelah Bandara di Papua Selatan Beroperasi, Presiden Ingin Keterisolasian Wilayah Terbuka
Presiden: Mempermudah Konektivitas ke Bandara Kertajati