Internasional AirPorts: Antara Madu atau Racun?

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 10 Agustus 2023 | 19:23 WIB
Bandara Frans Kaisiepo di Papua (papua.us)
Bandara Frans Kaisiepo di Papua (papua.us)

Selain itu, dengan dibuka nya banyak bandara internasional di Indonesia, potensi ancaman keamanan nasional atas penyelundupan barang2 terlarang, imigran gelap bahkan narkoba, tetap tinggi.

Hal ini dikarenakan kualitas Bea Cukai dan fasilitas keamanan di bandara2 tersebut tidak memadai, tidak selevel di Bandara Soekarno-Hatta atau Ngurah Rai. Belum lagi kita bicara bagaimana potensi masuknya kepentingan2 asing yang tidak terpantau sehingga bisa menyebabkan potensi teroris di daerah.

Selain itu sebelum Covid, apakah banyak turis asing langsung yang datang dari Eropa ke Miangas, Banyuwangi, atau Blora ? Kebanyakan adalah orang2 daerah di Indonesia yang ke Singapore untuk belanja kemudian flexing bangga telah ke Takashimaya membeli “branded” bags dan jam tangan, serta ke Kuala Lumpur (kemudian ke Penang) untuk berobat.

Baca Juga: Bandara Internasional Kertajati Mulai Ramai, Presiden Memberi Apresiasi

Thailand, sebagai perbandingan, industri pariwisatanya cukup maju, namun apakah mereka membuka Bandara2 International dengan penerbangan langsung dari Jakarta ke kota2 selain Bangkok, Pataya, Phuket, Chiang Mai dan DonMuang?

Mengapa hal ini terjadi ? Bagaimana dengan kondisi AirPort di China atau Amerika Serikat.

Internasional AirPort vs Domestik AirPort berkelas internasional
Bila melulu kita melihat judul Bandara Internasional di negara2 yang setipe dengan Indonesia seperti India, China dan Amerika Serikat, jelaslah perlu di bangun bandara Internasional yang banyak di daerah2 dengan alasan meningkatkan industri pariwisata.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Legendaris yang Wajib Dikunjungi Saat di Jogja , Nggak Bakal Kecewa

Baca Juga: 7 Danau di Madiun Paling Asyik, View Alami untuk Joging, Gowes hingga Mancing

Namun bila kita lihat, apakah kita bisa dari Jakarta atau Singapore langsung ke Kota2 di China selain Beijing, Shenzen, GuangZhao, Chengdu, Xian, Kunming, Hangzao, dan Wuhan? Kenapa China tidak membuka direct flight ke kota2 yang mempunyai bandara internasional?

Bisakah kita langsung dari Jakarta/Singapore ke Wisconsin untuk melihat danau2 indah atau langsung ke Millwakee untuk mengunjungi museum Harley Davidson di Amerika Serikat ?

Jadi apa fungsi Bandara2 Internasional di kota2 tersebut kalau tidak ada direct flight International? Pertanyaan menarik untuk dikaji.

Baca Juga: Penggiat Seni Diajak Presiden Naik LRT, Ini Kesannya

Baca Juga: Presiden Jokowi Naik LRT Jabodebek Bersama Para Penggiat Seni Tanah Air

Bandara2 Internasional di kota2 selain yang di sebut tadi memang berstatus internasional, di mana mempunyai perangkat Custom/Bea Cukai dan Imigrasi untuk turis asing, namun tidak untuk komersial regular flight, yaitu membawa Turis2 asing dari luar China/Amerika Serikat dengan menggunakan komersial Airline sepeti Singapore Airline, Delta, atau pun Emirates.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Ari Askhara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X