Maka berdirilah Harvard. Bukan dengan senjata. Tapi dengan integritas dan keberanian.
Baca Juga: Pekerja Bergaji di Bawah Nominal Ini Akan Terima Bantuan Subsidi Upah
Kronologi: Ketika Harvard Melawan Tiran Pemikiran
Mei 2025. Pemerintah Trump memperkenalkan kebijakan yang mewajibkan universitas menyerahkan data pribadi mahasiswa internasional. Jika tidak, hak mereka untuk menerima pelajar asing akan dicabut.
Sanksi yang disiapkan sangat keras:
• Penghentian visa untuk mahasiswa baru.
• Ancaman deportasi bagi mahasiswa aktif.
• Pemotongan dana riset dari pemerintah pusat.
Harvard tak tinggal diam. Ia menggugat kebijakan itu di pengadilan federal Boston.
Dasar hukum yang digunakan Harvard berdiri kokoh pada dua pilar utama:
• Amendemen Pertama Konstitusi AS, yang menjamin kebebasan berbicara dan berpikir.
• FERPA (Family Educational Rights and Privacy Act), yang melindungi data pribadi mahasiswa dari intervensi pemerintah tanpa proses hukum yang sah.
Dua hari setelah gugatan diajukan, pada 24 Mei 2025, Hakim Allison Burroughs mengabulkan permohonan perintah penahanan sementara (temporary restraining order).
Dalam putusannya, ia menulis:
“Jika kebijakan ini dilanjutkan, kerugian terhadap Harvard bukan hanya administratif, melainkan eksistensial: kemerdekaan berpikir akan terkubur hidup-hidup.”
Baca Juga: Thom Haye: Lawan China Bukan soal Balas Dendam, namun Pembuktian Kualitas Tim Garuda
Artikel Terkait
Rumah Rp 129 Miliar Paris Hilton Musnah, Jadi Salah Satu Korban Kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat
TikTok Diblokir di Amerika Serikat, Warganet AS Beralih ke Aplikasi RedNote, Yang Juga Buatan China
Hanya Beberapa Jam Setelah Donald Trump Dilantik jadi Presiden, AS Putuskan Keluar dari Anggota WHO, Ini Alasannya
Donald Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat
Trump Ingin Gaza Jadi "Riviera Timur Tengah": Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan
Donald Trump vs Xi Jinping: Perang Dagang AS-China 2025 Memanas, Tarif Naik dan Kesepakatan Belum Jelas
Profil Paus Leo XIV: Paus Pertama dari Amerika Serikat yang Memimpin Gereja Katolik
Genjatan Senjata India dan Pakistan yang Sempat Diumumkan Trump Berujung Kegagalan karena Pelanggaran