'Piramida Transportasi Indonesia' Oleh Ari Askhara Pengamat Transportasi Indonesia

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 13 Oktober 2023 | 16:40 WIB
Tol Trans Jawa andalan transportasi darat di daerah Pantura Jawa (Foto/Jasa Marga.)
Tol Trans Jawa andalan transportasi darat di daerah Pantura Jawa (Foto/Jasa Marga.)

Baca Juga: Indonesia Menang 6-0 Dari Brunei , Erick Thohir : Jalan Menuju Piala Dunia Dimulai

Tapi bukan berarti kita juga bisa membenarkan harga tiket pesawat yang naik itu sebagai alasan yang diterima, perlu kita cermati mengapa harga itu “harus” naik dan apa yang kita bisa perbuat untuk lebih mengefisienkan atau menurunkan harga tersebut?

Fenomena “Telor Mata Sapi”
Kita semua tahu, telor mata sapi itu asal nya dari telur ayam namun tetap saja sapi yang mendapat nama, entah dari mana awalnya.

Baca Juga: 7 Glamping di Jogja, Kemah Seru di Alam Terbuka

Senasib dengan telor itu tadi, kenaikan harga tiket selalu menjadi biang kerok kenaikan inflasi nasional, walau kontribusi kenaikan tiket pesawat itu hanya 0.01% dari Indeks Harga Konsumen (Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, 2022), sangat kecil sekali angkanya.

Itupun beberapa komponen penyumbang seperti harga avtur, pajak avtur, pajak tiket, harga komponen, dan tarif dari Bandara ke maskapai, adalah di luar kuasa maskapai untuk mengontrolnya.

Baca Juga: Pesona Gunungkidul, Air Terjun Talang Purba yang Eksotis, Harga Tiket Masuk Murah

Namun tetaplah fenomena telor mata sapi menempel pada moda transportasi ini. Inflasi naik tetaplah si tiket pesawat punya salah.

Agar fenomena itu tidak terus berlangsung dan terus terjadi salah paham, penulis mencoba mengurai apa saja yang harus diperbaiki atau sedikitnya diperhatikan agar publik dan pembaca mengerti bahwa tidak semuanya kenaikan itu dalam kendali maskapai.

Pertama, jelas kenaikan harga bahan bakar avtur penyumbang terbesar dalam kenaikan harga tiket pesawat. Untuk harga avtur sendiri, bila kita bandingkan antara negara tetangga seperti Singapore, Vietnam dan Malaysia, harga di Bandara Soekarno Hatta masih cukup kompetitif sebelum pajak.

Baca Juga: Enggak Nyangka, 4 Danau di Jayapura Ini Indah seperti Mimpi dan Lukisan

Baca Juga: Indah Bak Lukisan Negeri Dongeng, Ini 7 Danau di Raja Ampat yang Bening Airnya dan Melimpah Ikannya

Banyak kesalahpahaman, kenaikan harga avtur menjadi tanggung jawab Pertamina, dimana hal sebenarnya adalah harga produk tersebut yang fluktuatif. Apalagi saat ini trend kenaikan harga minyak dunia terus terjadi, dipastikan harga avtur akan mengerek naik harga tiket pesawat.

Kedua, adanya pengenaan pajak penjualan pada bahan bakar avtur dan tiket pesawat. Bila kita bandingkan dengan negara tetangga sekitar, pengenaan pajak di kedua hal tersebut tidak ada atau minimal.

Baca Juga: Mobilitas di Kota Surakarta Sekarang Integrasi Transportasi yang Dinamis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Ari Askhara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X