Varian Baru Covid-19 Mu belum Terdeteksi, Mudah-mudahan Tidak Masuk Indonesia

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Rabu, 15 September 2021 | 06:45 WIB
ilustrasi Virus Covid 19 (pixabay)
ilustrasi Virus Covid 19 (pixabay)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, varian baru Covid-19 jenis Mu (varian Mu) belum terdeteksi di Indonesia. Meski demikian Kemenkes meghimbau masyarakat tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Siti juga berharap varian ini tidak masuk ke Inddonesia.

“Kami terus melakukan pemantauan, termasuk atas varian Mu yang kabarnya telah menyebar di-46 negara. Tapi, sampai  saat ini varian Mu belum terdeteksi di Indonesia,” kata Siti Nadia dilansir Indonesia.go.id, Selasa (14/9/2021).

Pada pekan kedua September ini, ada dua isu yang menarik perhatian publik. Pertama, munculnya strain baru yang perlu diwaspadai, yakni varian Mu, yang berasal Colombia dan cukup berbahaya. Kedua, di Surabaya ada pekerja migran Indonesia yang didapati positif Covid-19 dengan hasil pemeriksaan CT Value 1,8.

Baca Juga: Tinjau Sekolah di Yogyakarta, Nadiem Makarim: Roh Pendidikan itu Pembelajaran Tatap Muka

Kedua kisah beredar pada waktu hampir bersamaan sehingga memunculkan isu, ada warga Jawa Timur kedapatan positif Covid-19 dengan CT Value 1,8, yang dicurigai terinfeksi varian Mu. Kabar tersebut cepat meluas, viral dan heboh. Spekulasi varian Mu sudah masuk Kota Surabaya beredar luas.

Lebih jauh, Siti Nadia mengemukakan, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan atas 5.835 sampel dari seluruh tanah air sampai pekan pertama September 2021. Hasilnya, sebagian besar adalah varian Delta B 1.617.2 (30 persen), terutama yang ditemukan di bulan-bulan terakhir (Mei–Agustus 2021). Selebihnya adalah Varian Alpha B 117, varian Beta B 1.351, dan varian lama dari generasi pertama Covid-19.

Baca Juga: Sikap Gibran Saat Dampingi Presiden Jokowi ke UNS Jadi Sorotan, Netizen: Salut!

Klarifikasi CT Value 1,8

Penanggung jawab  RSL Indrapura Surabaya, Laksamana Muda Ahmad Syamsulhadi berbicara kepada wartawan di Surabaya, pekan lalu mengatakan  RSL Indraputa telah memberikan layanan pemeriksanaan dan perawatan pada pasien Covid-19, termasuk para migran dari luar negeri.

Semuanya didiagnonis dengan mesin canggih PCR. Bila ada pasien dengan CT Value 25 atau kurang, sampel swabnya dikirim ke Litbang Kemenkes atau jaringannya untuk diperiksa dengan genome squencer agar bisa diketahui jenis variannya.

 “Jadi, yang dikirim untuk diperiksa lebih jauh itu yang CT Value dibawah 25, dan itu hanya 78 sampel,” ujar dokter TNI berpangkat bintang satu itu. Sampel pun dikirim ke laboratorium, tak lama beredar kabar ada pasien dengan CT Value 1,8 di Surabaya.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Abu Rusydan, Terkait Kasus Terorisme Jamaah Islamiyah  

Dalam kesempatan yang sama, penanggung jawab pelayanan RSL Indrapura Fauqa Arinil Aulia menyatakan, ada kesalahpahaman pembacaan angka dalam kasus ini.

Terlepas kesalahan tersebut  dari pihak mana. Dokter Fauqa mengatakan, ada dua jenis mesin PCR yang digunakan, yakni reverse transcription PCR (RT-PCR) dan insulated isothermal PCR (ii-PCR). 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: www.indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X