"Kalau ada angka, mestinya kita cek dulu. Hasil itu diperiksa dengan instrumen apa, lalu laporannya seperti apa. Kalau CT value 1,8 yang kemarin heboh itu, alatnya itu isothermal PCR," ujarnya. Dalam hal kasus CT Value 1,8 atas migran asal Jawa Timur itu, menurut Fauqa, menggunakan ii-PCR, yang berbeda skalanya dari RT-PCR.***
Artikel Terkait
PPKM Berhasil, Dekan FK UNS Ingatkan Pemerintah untuk Menahan WNA Masuk Indonesia
PPKM Tetap Diperpanjang. Tetapi Kini Sudah Bisa Nonton Bioskop Gaes! Ini Detilnya
Pemerintah Pantau 3 Varian Virus Baru Agar Tidak Masuk ke Indonesia
PPKM Diperpanjang, Menteri Luhut: Protokol Kesehatan dan PeduliLindungi itu Wajib!