Dari Wonogiri sampai Lamongan, Lokasinya Bikin Penasaran
Salah satu contoh berada di Wonogiri, Jawa Tengah. Bangunan KDMP Desa Sindukarto dan Desa Sumberharjo menjadi perhatian karena keduanya berdiri berhadapan di sisi jalan.
Baca Juga: Kenapa Lulusan Kampus Ternama Belum Tentu Lebih Sukses, Ini Datanya
Namun, menurut Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, posisi tersebut justru dianggap strategis. Kedua bangunan berada di tepi jalan utama dan berada di kawasan permukiman desa masing-masing.
Kasus lain muncul di Tumenggungan Baru, Lamongan. Bangunan koperasi terlihat berdekatan dengan area pemakaman umum sehingga membuat warganet mempertanyakan pemilihan lokasinya.
Terlihat Terpencil dari Drone, Ternyata di Pinggir Jalan
Kopdes di Desa Cikaracak, Majalengka, Jawa Barat, juga sempat menjadi bahan perbincangan.
Baca Juga: Rekening Donasi Aksi 27 Agustus Ditunda, Warga Pati Tetap Bergerak: Ada Apa di Balik Rp80 Juta?
Dari rekaman drone, bangunan koperasi tampak berdiri sendirian di tengah pepohonan dan perbukitan di kawasan kaki Gunung Ciremai. Sekilas, lokasinya terlihat seperti berada jauh dari permukiman.
Tetapi kondisi di lapangan ternyata berbeda. Kepala Desa Cikaracak Aon menjelaskan bahwa bangunan tersebut berada di pinggir jalan kabupaten yang menjadi jalur penghubung dua kecamatan.
Perspektif kamera rupanya bisa mengubah cerita. Dari udara tampak seperti bangunan di tengah hutan, sedangkan dari permukaan tanah, lokasinya berada di jalur yang memang digunakan masyarakat.
Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Digelar 2 Hari, Ada Ribuan Lowongan Kerja dan Kesempatan Bertemu Perusahaan
Ada Juga Kopdes di Tengah Tambak
Di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, persoalannya sedikit berbeda.
Bangunan koperasi berdiri di kawasan tambak dan berdekatan dengan embung desa. Sebagian warga mempertanyakan apakah lokasi tersebut cukup mudah dijangkau untuk membuat koperasi benar-benar ramai digunakan.
Salah satu warga, Didik Mulyono, mengaku kurang setuju karena jaraknya dinilai terlalu jauh dari rumah warga. Kekhawatirannya sederhana: jika terlalu jauh, masyarakat bisa enggan datang.
Di sisi lain, pemerintah desa menyebut lokasi tersebut dipilih melalui musyawarah dan masuk dalam rencana pengembangan kawasan wisata desa.
Pada akhirnya, polemik lokasi Kopdes memperlihatkan satu hal: tempat berdirinya bangunan tidak bisa dinilai hanya dari foto atau video yang beredar. Tetapi kritik warga juga tidak semestinya diabaikan.
Artikel Terkait
Bisa Bahasa Mandarin? Lowongan Kerja BCA Ini Bisa Jadi Jalan Masuk ke Dunia Perbankan
Jakarta Job Fair 2026 Digelar 2 Hari, Ada Ribuan Lowongan Kerja dan Kesempatan Bertemu Perusahaan
Anak Itu Aset atau Liabilitas? Jawabannya Bisa Membuat Ortu Milenial Terdiam
Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia, Ini Jam Puncaknya
Prabowo Sebut Indonesia Jago Urusan Gempa dan Gunung Api, Negara Lain Ikut Minta Bantuan
Tukang Becak Masuk Desil 9, Lurah Desil 8: DPR Minta Pemerintah Jangan Cuma Percaya Data