Kenapa Ada Kopdes Dibangun Dekat Kuburan hingga Tengah Tambak? Ini Jawaban Menkop

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Dari Wonogiri sampai Lamongan, Lokasinya Bikin Penasaran

Salah satu contoh berada di Wonogiri, Jawa Tengah. Bangunan KDMP Desa Sindukarto dan Desa Sumberharjo menjadi perhatian karena keduanya berdiri berhadapan di sisi jalan.

Baca Juga: Kenapa Lulusan Kampus Ternama Belum Tentu Lebih Sukses, Ini Datanya

Namun, menurut Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, posisi tersebut justru dianggap strategis. Kedua bangunan berada di tepi jalan utama dan berada di kawasan permukiman desa masing-masing.

Kasus lain muncul di Tumenggungan Baru, Lamongan. Bangunan koperasi terlihat berdekatan dengan area pemakaman umum sehingga membuat warganet mempertanyakan pemilihan lokasinya.

Terlihat Terpencil dari Drone, Ternyata di Pinggir Jalan

Kopdes di Desa Cikaracak, Majalengka, Jawa Barat, juga sempat menjadi bahan perbincangan.

Baca Juga: Rekening Donasi Aksi 27 Agustus Ditunda, Warga Pati Tetap Bergerak: Ada Apa di Balik Rp80 Juta?

Dari rekaman drone, bangunan koperasi tampak berdiri sendirian di tengah pepohonan dan perbukitan di kawasan kaki Gunung Ciremai. Sekilas, lokasinya terlihat seperti berada jauh dari permukiman.

Tetapi kondisi di lapangan ternyata berbeda. Kepala Desa Cikaracak Aon menjelaskan bahwa bangunan tersebut berada di pinggir jalan kabupaten yang menjadi jalur penghubung dua kecamatan.

Perspektif kamera rupanya bisa mengubah cerita. Dari udara tampak seperti bangunan di tengah hutan, sedangkan dari permukaan tanah, lokasinya berada di jalur yang memang digunakan masyarakat.

Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Digelar 2 Hari, Ada Ribuan Lowongan Kerja dan Kesempatan Bertemu Perusahaan

Ada Juga Kopdes di Tengah Tambak

Di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, persoalannya sedikit berbeda.

Bangunan koperasi berdiri di kawasan tambak dan berdekatan dengan embung desa. Sebagian warga mempertanyakan apakah lokasi tersebut cukup mudah dijangkau untuk membuat koperasi benar-benar ramai digunakan.

Salah satu warga, Didik Mulyono, mengaku kurang setuju karena jaraknya dinilai terlalu jauh dari rumah warga. Kekhawatirannya sederhana: jika terlalu jauh, masyarakat bisa enggan datang.

Di sisi lain, pemerintah desa menyebut lokasi tersebut dipilih melalui musyawarah dan masuk dalam rencana pengembangan kawasan wisata desa.

Pada akhirnya, polemik lokasi Kopdes memperlihatkan satu hal: tempat berdirinya bangunan tidak bisa dinilai hanya dari foto atau video yang beredar. Tetapi kritik warga juga tidak semestinya diabaikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X