TITIKTEMU.CO-Pengunjung Mie Gacoan Matraman mendadak berhamburan dini hari. Teriakan pecah, sejumlah orang berlari mencari tempat aman, dan video kepanikan itu kemudian menyebar di media sosial dengan narasi restoran diserang kelompok membawa parang.
Video yang beredar di Threads memang memperlihatkan suasana kacau. Pengunjung terlihat panik dan berusaha menjauh dari pintu masuk restoran.
Namun, polisi memberikan cerita yang sedikit berbeda dari narasi yang ramai beredar. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan kelompok tersebut bukan menyerang Mie Gacoan, melainkan datang dan berada di restoran setelah sebelumnya terlibat dalam rangkaian keributan di kawasan Jalan Tambak.
Baca Juga: Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman
Menurut Reynold, kelompok tersebut sebelumnya berada di sebuah lahan kosong yang mereka duduki. Situasi berubah setelah lahan tersebut diserang warga.
Karena lokasi lahan kosong itu bersebelahan dengan Mie Gacoan, kelompok tersebut kemudian bergerak ke restoran. Mereka disebut berada di sana sambil duduk-duduk.
Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan informasi bahwa restoran menjadi sasaran penyerangan kelompok berparang. Meski begitu, keberadaan sekelompok orang dalam situasi yang sebelumnya diwarnai keributan tetap membuat pengunjung panik.
Baca Juga: Tribun Kejurnas Drift Purwokerto Mendadak Ambruk, Penonton Berjatuhan hingga Ambulans Hilir Mudik
Setelah meninggalkan kawasan Mie Gacoan, kelompok tersebut kemudian bergerak menuju Pegangsaan. Polisi yang sudah berada di lokasi langsung memberikan imbauan agar mereka membubarkan diri.
Situasi di Mie Gacoan tersebut rupanya hanya satu bagian dari rangkaian kejadian yang lebih besar. Pangkal persoalannya berada di Jalan Tambak, Jakarta Pusat.
Keributan di kawasan itu disebut bermula dari percekcokan akibat seorang pengendara sepeda motor yang menggeber-geber knalpot. Hal yang awalnya terdengar sepele kemudian berkembang menjadi pertikaian dan berujung kekerasan.
Baca Juga: Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman
Dampaknya bukan perkara kecil. Dalam kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berada dalam kondisi kritis.
Rangkaian peristiwa itu membuat suasana di sekitar Matraman dan Jalan Tambak sempat memanas. Tak heran jika video kepanikan pengunjung Mie Gacoan kemudian cepat menyebar dan memunculkan berbagai versi cerita.
Artikel Terkait
Dibilang Harus Jadi Bos Sendiri? Tenang, Karier Kantoran Juga Bisa Jadi Pilihan Cerdas
Siklon Tropis NOUL Mulai Bikin Waswas, 3 Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Dihantam Angin Kencang
Nama Erwan Setiawan Diseret Lagi, 11 Akun Medsos Kini Dibidik Kuasa Hukum Wagub Jabar
Juara Matematika Usia 7 Tahun Pilih Mundur dari Kompetisi di Jerman, Alasannya Bukan Soal Uang
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Tangis Anak Kelas 1 SD Bikin Hati Teriris
Tribun Kejurnas Drift Purwokerto Mendadak Ambruk, Penonton Berjatuhan hingga Ambulans Hilir Mudik
UKKJ Guru Madrasah 2026 Segera Digelar, Kemenag Siapkan 14.080 Formasi untuk Kenaikan Jenjang Jabatan
Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman