Prabowo Ngaku Salah! Sering Telepon Menteri Tengah Malam, Kini Minta Maaf

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 31 Maret 2026 | 17:40 WIB
Ilustrasi Prabowo akui terlalu micromanage hingga ganggu menteri (Instagram @presidenrepublikindonesia)
Ilustrasi Prabowo akui terlalu micromanage hingga ganggu menteri (Instagram @presidenrepublikindonesia)

TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa dirinya terlalu sering terlibat dalam urusan teknis para menteri, bahkan hingga menghubungi mereka di waktu yang tidak biasa.

Prabowo merasa perlu meminta maaf karena gaya kepemimpinannya tersebut ternyata memberi tekanan yang tidak kecil bagi para bawahannya.

Gaya Kerja Intens yang Tak Biasa

Sebagai pemimpin, Prabowo dikenal memiliki gaya kerja yang sangat detail dan ingin memastikan segala hal berjalan sesuai rencana, termasuk memantau langsung pekerjaan menteri hingga hal-hal kecil seperti harga kebutuhan pokok.

Ia bahkan mengakui sering menelepon para menteri pada pukul dua pagi atau lima pagi demi mendapatkan informasi terkini.

Namun, intensitas komunikasi yang tinggi ini tanpa disadari menambah beban kerja dan tekanan mental bagi para menteri.

Baca Juga: Redmi 15A Resmi Rilis! HP “Hero” Murah dengan Baterai Jumbo & Layar 120Hz Ini Bikin Kaget

Dampak Nyata: Menteri Sampai Jatuh Sakit

Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut bahwa beberapa menteri sempat mengalami kelelahan hingga pingsan di depan umum, bahkan ada yang harus mendapatkan perawatan karena masalah jantung.

Kondisi ini membuatnya merasa bersalah karena kemungkinan besar tekanan tersebut berasal dari gaya kepemimpinannya yang terlalu mengontrol.

Ia pun mulai menyadari bahwa pendekatan seperti ini tidak selalu berdampak positif.

Baca Juga: Meta dan Google Dipanggil Pemerintah! Aturan Baru Perlindungan Anak Bikin Raksasa Digital Kena Tegur

Apa Itu Micromanagement?

Micromanagement adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin terlalu mengawasi dan mengontrol detail pekerjaan bawahan, sehingga ruang untuk mengambil keputusan menjadi sangat terbatas.
Dalam jangka panjang, pola ini bisa menurunkan kepercayaan diri tim dan menciptakan suasana kerja yang tidak sehat.
Selain itu, produktivitas juga bisa terganggu karena bawahan merasa terus diawasi dan tidak diberi kepercayaan penuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X