TITIKTEMU.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh agar mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang biasanya muncul setelah bencana besar.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak masih dalam kondisi terkendali. Tim Kemenkes, menurutnya, sudah bergerak sejak malam pertama bencana terjadi untuk merespons keadaan darurat.
“Begitu kejadian, malam itu juga tim kami langsung berangkat,” ujar Benjamin saat ditemui di Kompleks Kepatihan, DIY, Sabtu, 29 November 2025.
Fokus awal mereka, tegas Benjamin, adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan korban memperoleh perlindungan dasar serta makanan.
Baca Juga: Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Posko dan Rumah Sakit Darurat Mulai Beroperasi
Tim Kemenkes yang dikirim langsung bertugas membangun posko layanan kesehatan serta rumah sakit darurat bagi para penyintas banjir dan longsor.
“Posko-posko sudah berdiri, RS darurat juga sudah dibuat. Prioritasnya sekarang adalah menyelamatkan nyawa,” ungkap Benjamin.
Setelah proses pencarian korban dan evakuasi tahap awal, barulah Kemenkes akan melanjutkan tugas sesuai bidangnya, terutama pemulihan layanan kesehatan bagi ribuan warga terdampak.
Benjamin menambahkan bahwa tenaga medis di wilayah bencana masih mencukupi, sehingga belum diperlukan pengiriman dokter atau perawat tambahan dari luar daerah.
Baca Juga: Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri: Reformasi Polri Diujung Masa Jabatan, Langkah Terselubung?
Ancaman Penyakit Pascabanjir Mulai Meningkat
Kemenkes mengingatkan bahwa bencana banjir sering kali diikuti kemunculan penyakit infeksi berbahaya seperti leptospirosis, diare, dan gangguan kulit.
Karena itu, Kemenkes sudah menyiapkan pengiriman obat-obatan yang dibutuhkan untuk mencegah lonjakan kasus.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Bongkar Ulang Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik, Bukan Lompatan Teknologi, Hanya Proyek Pamer?
Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri: Reformasi Polri Diujung Masa Jabatan, Langkah Terselubung?
Rekening Masih Diblokir Usai Bebas, Kisah Ira Puspadewi Hidup dengan Rp1,2 Juta dan Bantuan Teman
Operasi Udara TNI Dikebut: 76.500 Ton Bantuan Sudah Terbang ke Sumut–Aceh, Daerah Terisolasi Jadi Prioritas
Kepergian Gary Iskak: Detik Kecelakaan, Kesaksian Sahabat, dan Jejak Sang Pecinta Motor
Ray Rangkuti Kritik Pembentukan Tim Reformasi Polri oleh Kapolri: “Upaya Menghalangi Komisi Bentukan Presiden?”
Bencana Agam: 74 Warga Tewas, 2.500 Mengungsi, Kerugian Capai Rp13,9 Miliar
Kemenkes Ingatkan Warga Terdampak Banjir di Sumatra dan Aceh Waspada Penyakit Pascabencana
Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, 1.829 Warga Mengungsi dan Distribusi BBM Terkendala