Rocky Gerung Bongkar Ulang Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik, Bukan Lompatan Teknologi, Hanya Proyek Pamer?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 November 2025 | 22:15 WIB
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh.  (Instagram/keretacepat_id)
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh. (Instagram/keretacepat_id)

TITIKTEMU.CO - Pengamat politik Rocky Gerung kembali menyoroti proyek kereta cepat Whoosh yang melayani rute Jakarta–Bandung.

Menurutnya, isu Whoosh yang kembali ramai membuat masyarakat perlu meninjau ulang alasan awal proyek ini dibangun, khususnya dari sisi urgensi dan manfaat publik.

Baca Juga: Begini Perkembangan Terkini Penanganan Bencana Sumut Menurut BNPB

Rocky: Whoosh Bukan Kebutuhan Masyarakat 

Rocky menilai bahwa secara sosiologis, keberadaan Whoosh tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Ia mencontohkan perjalanan ke Bandung yang umumnya dilakukan untuk berwisata atau urusan santai—kegiatan yang masih sangat lazim ditempuh dengan mobil pribadi.

“Orang ke Bandung itu wisata. Ini bukan jalur bisnis primer. Jalur penting itu ya Jakarta–Medan atau Jakarta–Batam,” ujar Rocky dalam Ten Ten Podcast, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan bahwa klaim Whoosh sebagai layanan publik sulit diterima, karena tarif yang pasti meningkat dan kegunaannya yang tidak mendesak bagi sebagian besar warga.

Rocky pun menyimpulkan bahwa tidak ada kepentingan mendasar dari proyek ini selain memenuhi keinginan untuk tampil atau unjuk gigi.

Bantahan Rocky: Whoosh Tidak Layak Disebut Lompatan Teknologi

Rocky tidak mempermasalahkan jika Whoosh dianggap sebagai proyek prestisius.

Namun ia menolak keras narasi bahwa kereta cepat tersebut merupakan “lompatan teknologi Indonesia”.

Menurutnya, jika bicara tonggak sejarah teknologi nasional, nama besar BJ Habibie dan lahirnya industri dirgantara Indonesia jauh lebih pantas disebut sebagai lompatan besar.

“Whoosh itu masih merayap di tanah. Habibie sudah bikin pesawat yang melesat di langit. Itu baru lompatan teknologi,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X