Rocky Gerung Bongkar Ulang Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik, Bukan Lompatan Teknologi, Hanya Proyek Pamer?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 November 2025 | 22:15 WIB
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh.  (Instagram/keretacepat_id)
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh. (Instagram/keretacepat_id)

Ia juga menyebut era IPTN di masa Presiden Soeharto sebagai fondasi kuat perkembangan teknologi nasional—bukan proyek kereta cepat yang justru bersandar pada teknologi asing.

“Indonesia dulu pernah main di 30 ribu kaki. Sekarang balik ke 0 kaki, merayap lagi,” sindir Rocky.

Baca Juga: Silent Reset: Cara Diam-Diam Memperbaiki Hidup Tanpa Perlu Mengumumkan Apa Pun

Dugaan Ada Motif Geopolitik: Relasi dengan China?

Rocky kemudian menyinggung dugaan bahwa proyek Whoosh sekaligus menjadi cara untuk mempererat hubungan Indonesia dengan China.

Menurutnya, publik wajar mempertanyakan apakah proyek ini sarat dengan mark up atau kepentingan geopolitik yang lebih besar.

“Orang merasa ini bagian dari cawe-cawe membangun relasi dengan China,” ujar Rocky.

Sri Radjasa Chandra, mantan anggota BIN yang menjadi host podcast, menguatkan pandangan tersebut.

Menurutnya, Whoosh kini bukan sekadar soal pembiayaan atau utang, tetapi pintu masuk do

minasi China pada sektor strategis tertentu.

Jepang Disebut Punya Alasan untuk Kecewa

Rocky juga menyinggung bahwa Jepang sebenarnya adalah negara yang paling layak kecewa dengan proyek ini.

Pasalnya, studi dan riset awal kereta cepat dikerjakan oleh Jepang, namun implementasinya justru diberikan kepada China.

Pernyataan ini sejalan dengan pendapat akademisi Sulfikar Amir, yang menyebut bahwa China hanya melakukan kajian berdasarkan studi Jepang tanpa turun langsung ke lapangan.

“Mereka mempelajari studi kelayakan Jepang, lalu membuat proposal kelayakan baru dari studi itu,” kata Sulfikar di podcast Forum Keadilan TV.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X