“Momen ini menjadi wadah untuk bertukar gagasan, memperkuat sinergi antara akademisi dan industri, serta membangun ekosistem asuransi modern berbasis riset, inovasi, dan empati,” ujar Ibrahim.
Baca Juga: Beasiswa Impian ke Denmark 2025: Tanpa Batas Usia, Tanpa Ribet, Bisa Masuk Kampus Terbaik Dunia!
Menurutnya, asuransi harus menjadi produk yang dekat dengan masyarakat, menjadi pilihan proteksi yang dibutuhkan, bukan sekadar sesuatu yang ditawarkan.
Melalui IFG Research Dissemination 2025, IFG menegaskan langkah besarnya untuk menghadirkan industri asuransi yang lebih cerdas, inklusif, dan berbasis bukti ilmiah.
Kolaborasi lintas universitas dan pemanfaatan teknologi analitis modern menjadikan riset sebagai tonggak utama dalam membangun produk yang tepat guna bagi masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih human-centered, IFG berharap industri asuransi dapat semakin dipercaya dan menjadi bagian penting dari kesejahteraan finansial masyarakat.***
Artikel Terkait
Beasiswa Impian ke Denmark 2025: Tanpa Batas Usia, Tanpa Ribet, Bisa Masuk Kampus Terbaik Dunia!
Drama Tumbler KRL yang Viral: Permintaan Maaf, Klarifikasi, dan Fakta di Baliknya
Bandara IMIP Morowali Tanpa Petugas Bea Cukai? Begini Respons Tegas Purbaya dan TNI
BLT Kesra Rp 900 Ribu Cair Lagi! Begini Cara Cek Status Bantuan Hanya Modal KTP
POCO F8 Series Usung Audio Premium Kolaborasi Bose, Ada Subwoofer Internal, Cek Spesifikasi dan Harganya
BMKG–BNPB Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir Lahar Dingin Semeru
Slow Living di Jogja: Menikmati Hidup Melambat, Tapi Tidak Murah
4 Tempat Ngopi Paling Adem di Magelang untuk Healing, Kabur Sejenak dari Penat
Banjir di Sumatera dan Aceh: 72 Meninggal, Komunikasi Lumpuh
Viral Kasus Tumbler Hilang di KRL, Anita Dewi Dipecat dan Suaminya Ikut Terdampak: Ini Kronologinya